Energi Geothermal (Energi Panas Bumi)

Energi geothermal adalah energi panas yang dihasilkan dan disimpan dalam Bumi. Energi panas adalah energi yang menentukan suhu dari materi. Energi geothermal bumi berasal dari formasi asli planet ini (20%) dan dari peluruhan radioaktif mineral (80%). Gradien panas bumi, yang merupakan perbedaan suhu antara inti planet dan permukaannya, menyebabkan konduksi berkelanjutan energi termal dalam bentuk panas dari inti ke permukaan. Kata geothermal berasal dari akar kata Yunani (ge), yang berarti bumi, dan termos, yang berarti panas.

Panas yang digunakan pada energi geothermal tersimpan jauh di dalam bumi, sampai ke bawah di inti Bumi - 4.000 mil ke arah bawah. Di bagian inti, suhu dapat mencapai lebih dari 9.000 derajat Fahrenheit (5000 derajat Celcius). Panas merambat dari inti ke bebatuan di sekitarnya. Suhu  dan tekanan yang sangat tinggi menyebabkan batu-batuan mencair, yang umumnya dikenal sebagai magma. Magma menekan ke atas karena lebih ringan dibandingkan dengan batuan padat. Magma ini kemudian memanaskan batuan dan air di kerak bumi, terkadang sampai 700 derajat Fahrenheit (370 derajat Celsius).

Dalam bentuk sumber air panas, energi geothermal telah digunakan untuk mandi sejak zaman Paleolitik dan untuk pemanas ruangan sejak zaman Romawi kuno, tetapi sekarang lebih dikenal untuk pembangkit listrik. Di seluruh dunia, sekitar 10.715 megawatt (MW) listrik tenaga panas bumi telah dihasilkan di 24 negara. Sebagai tambahan, kapasitas setara 28 gigawatt dari pemanas bumi langsung dipasang untuk pemanasan area tertentu, pemanas ruangan, spa, proses industri, dan aplikasi pertanian.

Energi geotermal merupakan energi yang efektif, handal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, tetapi secara historis terbatas pada daerah di dekat batas lempeng tektonik. Kemajuan teknologi paling baru telah secara dramatis memperluas jangkauan dan jumlah sumber daya ini yang layak pakai; terutama untuk aplikasi seperti pemanas rumah, membuka potensi eksploitasi yang lebih luas. Sumur panas bumi melepaskan gas rumah kaca yang terperangkap jauh di dalam bumi, tetapi emisi ini jauh lebih rendah per unit energi daripada bahan bakar fosil. Karena itu, energi geothermal memiliki potensi untuk membantu mengurangi pemanasan global jika banyak digunakan pada tempat-tempat yang menggunakan bahan bakar fosil secara luas.

Sumber daya geothermal di bumi secara teoritis lebih dari cukup untuk memasok kebutuhan energi manusia, tetapi hanya sebagian kecil yang menguntungkan untuk dieksploitasi. Eksplorasi dan pengeboran yang dalam sangat mahal. Prakiraan untuk masa depan energi geothermal tergantung pada asumsi teknologi, harga energi, subsidi, dan suku bunga.


IndoEnergi Home