Kesalahpahaman Mengenai Biofuel

Kesalahpahaman 1: Biofuel menghasilkan jumlah energi yang kecil dibandingakn dari yang dibutuhkan untuk memproduksinya.
Fakta: Selama bertahun-tahun, teknologi telah meningkat secara signifikan. Banyak penelitian dan tes telah dilakukan untuk membuktikan bahwa biofuel seperti etanol dan biodiesel menghasilkan energi yang sebanding dengan bahan bakar diesel konvensional. Etanol menghasilkan sekitar 1,5 unit energi untuk setiap unit energi yang digunakan. Selain itu, biodiesel bahkan menghasilkan 3,2 unit energi untuk setiap unit energi yang digunakan.

Kesalahpahaman 2: Biofuel menyebabkan kekurangan makanan.
Fakta: Ada lebih dari cukup bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Jika ada miliaran orang yang menderita kelaparan di berbagai belahan dunia, bukan karena tidak ada cukup makanan. Jumlah makanan sebenarnya telah cukup untuk jangka waktu lama. Alasan utama mengapa orang kelaparan bukan karena produksi biofuel tetapi karena sistem ekonomi yang tidak adil.

Kesalahpahaman 3: Modifikasi dari semua mesin merupakan keharusan dalam penggunaan Biofuel.
Fakta: Hal ini tidak benar secara keseluruhan. Biodiesel misalnya, dapat digunakan pada mesin yang tidak dimodifikasi - baik itu mobil, bus, truk, kapal, peralatan konstruksi, generator atau unit pemanas rumah. Biodiesel dapat digunakan dalam bentuk murni namun mungkin memerlukan modifikasi mesin guna pemeliharaan dan mengatasi masalah kinerja. Catatan lain, bensin yang mengandung etanol 10% (E10) juga dapat digunakan. Ekstensifikasi penggunaan E10 didorong di beberapa negara. E10 dapat digunakan pada semua kendaraan bensin yang dioperasikan tanpa membuat modifikasi besar-besaran pada mesin mereka.

Kesalahpahaman 4: Biofuel harus disubsidi untuk dapat terjangkau.
Fakta: wilayah geografis, bahan dasar organik (kedelai, jagung, dll) dan pemasok akan sangat menentukan harga biodiesel. Harga biofuel bervariasi tergantung pada faktor-faktor penentu tersebut. Mungkin harganya sedikit lebih mahal daripada bahan bakar tradisional sekarang ini, karena produksi yang tidak terlalu besar. Namun demikian, dengan meningkatnya permintaan dan sebagai masyarakat mulai menyadari keuntungan dari sumber bahan bakar terbarukan, harga akhirnya akan turun.

Kesalahpahaman 5: Biofuel benar-benar akan menggantikan bahan bakar konvensional.
Fakta: Target utama dari pembuatan biofuel bukan untuk benar-benar menggantikan mesin diesel konvensional (seperti bahan bakar diesel fosil). Namun, tujuan utamanya adalah untuk memperluas penggunaannya, keuntungannya dan kelayakannya. Sebagai salah satu bahan bakar alternatif, biodiesel memiliki potensi pengembangan dan perbaikan pada kebijakan energi.

Kenyataan: Pada saat ini, biofuel adalah alternatif terbaik pengganti bahan bakar fosil yang tak terbarukan. Biodiesel dan etanol keduanya merupakan energi bersih, bahan bakar yang dapat diproduksi di desa-desa atau komunitas lokal, sumber daya terbarukan, dan sebagian besar menggunakan peralatan yang dapat dibuat dan dipelihara pengusaha lokal.
Hal ini dapat membuat biofuel menjadi pilihan ekonomis untuk bahan bakar  dan dapat membantu dalam memperkuat masyarakat lokal, baik secara sosial dan ekonomis. Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja dan membantu meningkatkan perekonomian juga.


IndoEnergi Home