12 Fakta Biofuel

Dengan meningkatnya harga minyak dunia per barel, banyak konsumen bertanya-tanya apakah ada sumber energi alternatif yang layak untuk bahan bakar berbasis minyak bumi. Kabar baiknya adalah bahwa sebenarnya ada banyak alternatif, dan salah satu bahan bakar alternatif terbaik adalah biofuel.

Biofuel juga dibuat dari sampah organik, biasanya didapat dari industri pertanian di dunia. Biofuel jauh lebih aman bagi lingkungan dan, tidak seperti minyak bumi, pasokan biofuel tidak terbatas.

Ada beberapa fakta biofuel yang harus diketahui dan dipertimbangkan sebelum memanfaatkan biofuel, sebagaimana diuraikan berikut ini:

1. Biofuel bukan konsep baru. Henry Ford pernah berencana untuk menggerakkan mobil menggunakan biofuel dan bahkan telah menunjukkan model diesel yang bekerja menggunakan minyak kacang tanah.

2. Jika Anda pernah mendengar mengenai etanol, atau memanfaatkannya sebagai bahan bakar, etanol sebenarnya adalah bahan bakar biofuel yang sudah banyak digunakan di banyak  negara.

3. Penggunaan biofuel mungkin tidak luas di Amerika, tapi Brazil telah berhasil mengembangkan etanol dari tebu yang menjadi bahan bakar bagi banyak mobil di sana, dan di Eropa bahan bakar yang populer dan berkembang adalah biodiesel yang berasal dari minyak sawit.

4. Sayangnya, ada perdebatan tentang berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk menanam jagung yang diperlukan untuk menyediakan biofuel yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di suatu negara. Pertanyaannya adalah apakah energi yang dihasilkan biofuel sebanding (surplus) dengan energi yang dipakai untuk memproduksinya.

5. Karena biofuel membutuhkan industri pertanian besar yang dapat menghasilkan sejumlah besar jagung, tebu, atau tanaman lainnya, hal ini bisa menumbuhkan industri pertanian. Salah satu fakta biofuel yang menggembirakan adalah bahwa negara-negara yang memanfaatkan biofuel bisa mengubah desa-desa yang selama ini sebagai beban menjadi aset ekonomi.

6. Karena etanol dapat diangkut dengan truk dan kereta api, hal ini dapat mengurangi resiko kebocoran atau bencana alam yang umum terjadi pada jaringan pipa minyak.

7. Selain menguntungkan masyarakat pertanian setempat, biofuel sejatinya menciptakan kemandirian energi. Biofuel bahan bakunya ditanam, kemudian diproduksi, diangkut, dan dijual, semua dapat dilakukan di dalam negeri yang memproduksinya.

8. Meskipun biodiesel telah terbukti lebih hemat daripada produk minyak bumi di beberapa jenis mesin, bahan bakar ini tidak selamanya merupakan yang terbaik. Pada jenis mesin lainnya, terlihat kecendrungan penurunan 10% pada daya keseluruhan, yang berarti bensin tradisional masih memimpin untuk efisiensi bahan bakar.

9. Para ilmuwan saat ini berusaha untuk meningkatan efisiensi bahan bakar biodiesel dengan menggunakan sumber yang mengandung lebih banyak selulosa. Biofuel selulosa akan jauh lebih efisien daripada sumber biofuel saat ini.

10. Tanaman asal biofuel dapat mengurangi karbon dioksida secara alami; menanam tanaman ini (dan menggerakkan industri biofuel) juga akan menurunkan tingkat emisi karbon berbahaya di atmosfer dari waktu ke waktu, hanya dengan menumbuhkan mereka.

11. Petani dapat diberi subsidi, keringanan pajak dan bantuan lainnya dari pemerintah untuk memproduksi etanol - dan, semestinya, subsidi ini harus meningkat dari waktu ke waktu karena kebutuhan etanol terus tumbuh.

12. Proses yang digunakan untuk mengubah tanaman menjadi biofuel lebih ramah lingkungan secara signifikan dibandingkan proses yang digunakan pada produk minyak bumi. Biofuel menghasilkan emisi karbon yang lebih sedikit untuk setiap galon bahan bakar yang dihasilkan.

Poin-poin ini hanya sedikit dari berbagai fakta biofuel yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menjadikannya sebagai sumber energi alternatif. Namun, bila mendapat dukungan luas dari pemerintah, kesadaran akan perlunya efisiensi energi di masa depan, dan manfaatnya bagi negara kaya dan berkembang, biofuel memiliki potensi besar sebagai alternatif di seluruh dunia bagi cadangan minyak bumi yang terbatas.


IndoEnergi Home