Darimana Bahan Bakar Fosil Berasal?

Ada tiga bentuk utama bahan bakar fosil: batubara, minyak bumi dan gas alam. Ketiganya terbentuk ratusan juta tahun lalu sebelum masa dinosaurus - karena itulah bahan bakar jenis ini dinamakan bahan bakar fosil. Era saat mereka terbentuk disebut Carboniferous Periode (Periode Karbon). Era ini adalah bagian dari Era Paleozoikum. Nama Carboniferous berasal dari kata karbon, unsur dasar pada batubara dan bahan bakar fosil lainnya.

Periode Karbon terjadi sekitar 360 sampai 286 juta tahun lalu. Pada saat itu, tanah tertutup dengan rawa-rawa yang penuh dengan pohon besar, pakis dan tanaman berdaun besar lainnya. Air dan lautan penuh dengan alga - materi hijau yang terbentuk pada air tergenang. Alga sebenarnya merupakan jutaan tanaman yang sangat kecil.

Sejumlah deposit batubara dapat ditemukan pada masa dinosaurus. Sebagai contoh, lapisan tipis karbon dapat ditemukan selama Periode Cretaceous (65 juta tahun lalu) - saat Tyrannosaurus Rex hidup. Tapi deposito utama bahan bakar fosil berasal dari Periode Karbon.

Pohon dan tanaman yang mati kemudian tenggelam ke dasar rawa-rawa. Mereka membentuk lapisan spons yang disebut gambut. Selama ratusan tahun, gambut tertutup oleh pasir dan tanah liat dan mineral lainnya, yang berubah menjadi jenis batuan yang disebut sedimen.

Semakin banyak batu tertumpuk di atas batu sebelumnya, dan beratnya semakin bertambah dan bertambah. Bebatuan mulai menekan ke gambut dibawahnya. Gambut ini diperas dan terus diperas sampai airnya keluar, dan akhirnya selama jutaan tahun, terbentuklah batubara, minyak bumi, dan gas alam.


IndoEnergi Home