Energi Biomassa dari Limbah Organik

Dengan biaya listrik dan harga BBM yang terus melonjak akhir-akhir ini, bentuk-bentuk energi alternatif menjadi pilihan yang lebih menarik. Ada listrik tenaga surya, listrik tenaga air dan tenaga angin bahkan banyak kemungkinan lainnya, seperti memanfaatkan energi biomassa. Hal penting mengenai bahan bakar biomassa adalah bahwa biomassa adalah sumber energi terbarukan.

Biomassa Sebagai Energi Terbarukan
Energi biomassa berasal dari bahan sampah organik seperti kertas koran, serpihan kayu, serbuk gergaji, cabang pohon, dan lain-lain. Ada banyak jenis bahan organik lainnya yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar biomassa yang potensial.

Bahan bakar biomassa adalah sumber energi terbarukan sehingga akan sangat  mengurangi tingkat output polusi serta lahan tempat pembuangan sampah. Bahan bakar biomassa dapat digunakan di daerah pedesaan atau wilayah pertanian. Sumber energi ini dapat digunakan untuk menghasilkan panas, uap, dan listrik atau bahkan untuk keperluan transportasi.

Lokasi-lokasi Pengguna Energi Biomassa
Secara statistik, negara-negara berkembang memiliki persentase konsumsi biomassa yang cenderung lebih tinggi dibandingkan negara-negara ekonomi maju. Lokasi-lokasi seperti India menggunakan sekitar tiga puluh lima persen bahan bakar dalam bentuk biomassa. Bandingkan dengan Amerika Serikat, pemanfaatannya kurang dari lima persen.

Salah satu alasan mengapa bahan bakar biomassa kurang populer karena energi yang dihasilkan dari biomassa hanya sepertiga dari energi berbasis batubara. Namun, energi biomassa, bisa diperbarui sedangkan di lain pihak batubara merupakan sumber energi yang tidak dapat siperbaharui. Kembali ke tahun 1990-an ketika bisnis minyak bumi sedang dalam masa jayanya, pengguna biomassa di Amerika Serikat berkurang hingga setengahnya. Namun, karena kenaikan harga minyak dan listrik, minat terhadap bahan bakar biomassa tumbuh kembali sebagai sumber energi alternatif.

Pro dan Kontra Energi Biomassa
Tergantung dari studi penelitian ilmiah yang Anda baca, biomassa  menghasilkan jumlah karbon dioksida yang hampir sama dengan bahan bakar fosil. Namun, pada biomassa, tidak beracun bagi tanaman yang menyerap karbon dioksida, guna menciptakan keseimbangan karbon di udara, tidak seperti polusi bahan bakar fosil yang berbahaya bagi lingkungan. Kekurangannya adalah, bahan bakar biomassa lebih mahal untuk menghasilkan listrik daripada menggunakan gas alam atau batubara. Oleh karena itu, para ilmuwan terus berusaha mencari cara untuk menyederhanakan prosesnya sehingga energi biomassa lebih terjangkau.

Jika bahan bakar biomassa dapat dibuat lebih murah, maka seluruh dunia akan menuai keuntungan karena lahan tempat pembuangan sampah menjadi berkurang dan juga menurunnya efek rumah kaca. Ini merupakan hal baik yang akan menyebabkan reaksi berantai yang positif.

Misalnya, dengan mengurangi pembuangan sampah, ada sedikit peluang bagi polutan untuk bocor ke tanah dan mencemarinya. Udara lebih bersih karena produksi biomassa akan berada dalam sistem yang terkendali dan dapat dipastikan jumlah residu yang terkandung di biomassa. Produksi biomassa juga akan menciptakan lapangan kerja tambahan dan meningkatkan perekonomian di daerah-daerah dimana ia diproduksi.

Intinya adalah bahwa energi biomassa menjadi alternatif yang lebih menarik sebagai sumber listrik. Dampak terbesarnya ada di negara-negara berkembang serta orang-orang yang tinggal di daerah terpencil dan tidak memiliki sumber daya gas alam dan batubara, mereka bisa menikmati pasokan energi yang lebih memadai. Selain itu, dengan adanya produksi biomassa di negara-negara ini, maka akan terbuka lapangan kerja baru dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Dalam waktu dekat, cadangan sumber daya alam seperti batu bara dan gas alam akan semakin tipis. Ketika hal itu terjadi, energi biomassa akan menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang layak untuk menghasilkan listrik, keperluan transportasi dan energi di rumah.


IndoEnergi Home