Energi Biomassa

Biomassa biasanya diassosiasikan dengan sampah. Beberapa jenis biomassa tergeletak di sekitar - pohon mati, cabang pohon, kertas koran, serpihan kayu, dan kulit kayu atau serbuk gergaji dari pabrik kayu. Biomassa bahkan bisa mencakup ban bekas dan kotoran ternak.

Sampah di sekitar kita, kertas yang tidak dapat didaur ulang, dan limbah rumah tangga lainnya biasanya dikirim ke tempat sampah. Sampah ini sebenarnya mengandung biomassa yang dapat digunakan kembali. Penggunaan biomassa untuk bahan bakar dan penggunaan lainnya akan menghemat kebutuhan "lahan pembuangan sampah" untuk menampung sampah.

Bahan yang tidak dapat digunakan lagi ini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, panas, kompos, atau bahan bakar. Pengomposan adalah sampah tanaman yang dibusukkan dan kemudian digunakan untuk pupuk guna membantu pertumbuhan tanaman.

Cara biomassa digunakan sangat sederhana. Limbah kayu, cabang pohon dan barang sisa lainnya dikumpulkan dalam truk besar. Truk-truk tersebut membawa limbah dari pabrik dan dari peternakan ke pembangkit listrik tenaga biomassa.
Biomassa ditaruh di hopper besar. Dan kemudian dimasukkan ke dalam tungku tempat ia dibakar. Panas tersebut digunakan untuk mendidihkan air dalam boiler, dan energi uap tersebut digunakan untuk memutar turbin dan generator.

Biomassa juga dapat dimanfaatkan pada TPA (tempat pembuangan akhir). Ketika sampah membusuk, sampah tersebut mengeluarkan gas metana. Pipa dimasukkan ke dalam area TPA dan gas metana dapat dikumpulkan. Gas ini kemudian digunakan pada pembangkit listrik untuk memproduksi listrik.

Hal serupa bisa dilakukan di area peternakan. Di tempat-tempat di mana banyak hewan dipelihara, binatang - binatang ternak, sapi dan bahkan ayam akan menghasilkan kotoran ternak. Ketika kotoran ternak terurai, proses ini juga mengeluarkan gas metana yang sama halnya dengan sampah. Gas ini dapat dimanfaatkan di peternakan itu sendiri untuk menghasilkan energi untuk menjalankan kegiatan peternakan dan pertanian.

Menggunakan biomassa dapat membantu mengurangi pemanasan global dibandingkan dengan pembangkit berbahan bakar fosil. Tanaman menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO2) ketika mereka tumbuh. CO2 yang tersimpan di tanaman akan dilepas ketika bahan tanaman dibakar atau membusuk. Dengan menanam tanaman yang baru, tanaman baru tersebut dapat menyerap CO2 yang dilepas oleh tanaman yang membusuk sebelumnya. Jadi dengan menggunakan biomassa dan penanaman kembali, akan membantu keseimbangan siklus karbon dioksida. Namun, jika tanaman tidak ditanami kembali, maka biomassa dapat mengeluarkan emisi karbon dioksida yang akan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global.

Jadi, biomassa dapat menjadi ramah lingkungan bila biomassa dimanfaatkan sebagai sumber energi. Jenis energi ini juga merupakan sumber daya terbarukan karena tanaman untuk membuat biomassa dapat ditanam berulang-ulang.

Dewasa ini, cara-cara baru untuk menggunakan biomassa terus ditemukan. Salah satu cara adalah dengan menghasilkan etanol, bahan bakar alkohol cair. Etanol dapat digunakan pada mobil yang khusus dibuat/dimodifikasi untuk menggunakan bahan bakar alkohol. Alkohol juga dapat dikombinasikan dengan bensin. Hal ini akan dapat mengurangi ketergantungan kita pada minyak bumi, bahan bakar fosil yang tidak terbarukan.


IndoEnergi Home