Energi gheothermal

Energi geothermal telah ada sejak bumi tercipta. "Geo" berarti bumi, dan "thermal" berarti panas. Jadi, geothermal berarti panas bumi.

Apakah Anda pernah memotong telur rebus menjadi dua? Telur ini mirip dengan penampakan bagian dalam bumi. Kuning telurnya adalah seperti inti bumi. Bagian putih telur adalah mantel bumi. Dan kulit tipis telur, yang mengelilingi telur rebus adalah seperti kerak bumi.

Di bawah kerak bumi, lapisan atas dari mantel merupakan batuan cair panas yang disebut magma. Kerak bumi mengapung di atas mantel magma cair ini. Ketika magma menerobos permukaan bumi pada gunung berapi, cairan ini disebut lava.

Untuk setiap 100 meter ke arah bawah tanah, suhu batu-batuan akan meningkat sekitar 3 derajat Celcius. Atau, untuk setiap 328 meter ke bawah tanah, suhu akan meningkat 5,4 derajat Fahrenheit. Jadi, jika kita pergi menuju ke sekitar 10.000 meter di bawah tanah, suhu bebatuan akan cukup panas untuk mendidihkan air.

Di bawah permukaan tanah, air kadang-kadang mengalir di dekat bebatuan panas dan berubah menjadi air panas mendidih atau menjadi uap. Air panas ini bisa mencapai suhu lebih dari 300 derajat Fahrenheit (148 derajat Celsius). Suhu ini lebih panas dari air mendidih (212 derajat F / 100 derajat C). Air ini tidak berubah menjadi uap karena tidak bersentuhan dengan udara.

Saat air panas muncul melalui celah di bumi, kita menyebutnya sumber air panas. Atau, kadang-kadang menyembur ke udara sebagai air mancur panas.

Di tempat lain di seluruh dunia, orang menggunakan air panas untuk istirahat dan relaksasi. Bangsa Romawi kuno membangun bangunan yang canggih untuk menikmati mandi air panas, dan bangsa Jepang telah menikmati sumber air panas alam selama berabad-abad.


IndoEnergi Home