Etanol Sebagai Biofuel

Etanol adalah bahan bakar alkohol yang berasal dari gula yang terdapat pada tanaman seperti padi, kulit kentang dan tebu, dan umumnya terbuat dari jagung, sorghum dan gandum. Jagung merupakan bahan dasar yang umum dipakai USA karena keterjangkauan dan ketersediaannya. Tetapi di Brazil, tebu banyak digunakan.

Karena dihasilkan dari tanaman, bahan bakar ini termasuk biodegradable dan terbarukan. Etanol merupakan  bahan bakar alkohol yang jernih dan tidak berwarna. Saat ini, berbagai metode digunakan dalam pembuatan etanol dari biomassa - bahan organik. Fermentasi gula dan pati jagung dengan menggunakan ragi merupakan metode yang paling sering digunakan. Dari pati, kemudian difermentasi menjadi gula, setelah itu difermentasi lagi menjadi alkohol.

Berbagai prosedur dapat menghasilkan bahan bakar etanol. Tapi yang paling banyak digunakan adalah metode dry-mill. Berikut dijabarkan secara singkat langkah demi langkah prosesnya.

1. Masukkan bahan dasar organik (jagung, tebu, gandum, dll) pada mesin giling untuk menghancurkan bahan tersebut.

2. Kemudian, cairkan dengan mencampurkan air, tepung gandum dan enzim yang memfasilitasi pemecahan senyawa gandum.

3. Kemudian didinginkan. Tambahkan enzim lain yang akan memfasilitasi konversi pati menjadi gula yang kemudian akan difermentasi untuk menghasilkan alkohol.

4. Mulai fermentasi dengan menambahkan ragi ke campuran gula. Gula akan dipecah menjadi etanol (sejenis alkohol) dan karbon dioksida.

5. Saring campuran fermentasi agar etanol berpisah dari padatan.

6. Buang air dari etanol, pisahkan melalui proses dehidrasi.

7. Tambahkan sedikit bensin agar tidak dapat dikonsumsi.

Karbon dioksida dan sisa gilingan biji-bijian merupakan produk samping dari metode ini yang dapat digunakan pada industri peternakan dan pertanian.

Menggunakan etanol berarti mengurangi pemakaian bahan bakar tak terbarukan sebagai bahan dasar bensin. Etanol aman, tidak beracun dan biodegradable. Etanol tidak berbahaya jika tidak sengaja tumpah karena dapat terurai sangat cepat. Etanol merupakan energi bersih dengan alasan utama bahwa etanol mengurangi polutan beracun seperti karbon monoksida dari knalpot kendaraan. Bahan bakar ini tidak membutuhkan timbal atau tambahan lainnya untuk menjaga mesin agar berjalan lancar. Dan juga berkontribusi besar pada penurunan emisi gas rumah kaca karena fakta bahwa biodiesel utamanya berasal dari tanaman yang menyerap karbon dioksida. Dengan demikian, keseimbangan karbondioksida di atmosfer dapat dijaga dan dipelihara.

Sebagai tambahan, etanol sebagai bahan bakar untuk alat transportasi dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tambahan atau total bagi minyak diesel konvensional. Untuk daerah perkotaan yang tidak memenuhi standar udara yang bersih, bensin yang mengandung etanol 10% (E10) digunakan. Ekstensif menggunakan E10 didorong di beberapa negara. Penggunaan E10 dapat dimanfaatkan pada semua kendaraan bensin yang dioperasikan tanpa melakukan modifikasi besar-besaran bagi mesin. Di Amerika Serikat, hampir 99% etanol yang dihasilkan dapat dicampur dengan bensin untuk membuat E10.



IndoEnergi Home