Lima Mitos Mengenai Energi Angin

Jumalah instalasi listrik tenaga angin yang memproduksi energi terbarukan terus tumbuh. USA, Uni Eropa dan China, merupakan tiga pemain utama di industri ini yang memiliki rencana sangat agresif untuk 10-20 tahun ke depan. Seiring tumbuhnya industri energi angin, mitos-mitos seputar energi angin juga meningkat. Inilah 5 mitos yang paling sering mengenai energi angin:

Mitos 1: Biaya untuk membangun sebuah turbin angin tidak sebanding dengan uang yang dihasilkan dari turbin angin tersebut. Diharapkan biaya yang digunakan untuk mengembangkan turbin angin akan kembali pada tahun pertama operasi. Dengan mempertimbangkan bahwa turbin angin akan beroperasi selama 20 tahun dan mempertimbangkan manfaat lingkungan yang didapat melalui penggunaan sumber energi terbarukan, kita dengan mudah dapat menyimpulkan bahwa turbin angin akan memberikan jauh lebih banyak profit dibandingkan biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya.

Mitos 2: Turbin angin memiliki efek negatif pada pariwisata. Sebuah negara perlu memiliki rencana yang tepat mengenai pengembangan pembangkit listrik tenaga angin. Penempatan turbin angin yang buruk jelas memberikan efek negatif pada pariwisata dan karena itulah mengapa penempatan mereka harus dipilih dengan hati-hati. Selanjutnya, dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi perkembangan yang sangat besar dalam industri turbin angin lepas pantai. Sekali lagi posisi turbin angin lepas pantai juga penting dan harus dipilih dengan hati-hati.

Mitos 3: Energi angin merupakan sumber energi intermiten (tidak kontinyu) dan karenanya pembangkit listrik tenaga angin membutuhkan energi cadangan. Memang benar karena variasi kecepatan angin, sulit untuk menjaga pasokan energi yang konsisten dan berkelanjutan dari sebuah pembangkit listrik tenaga angin tunggal. Namun, energi cadangan selalu diperlukan bagi semua sumber energi. Tujuan yang harus dicapai bukan menghilangkan kebutuhan cadangan energinya, melainkan menguranginya. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun instalasi pembangkit listrik tenaga angin di tempat-tempat berbeda dan juga menggunakan berbagai sumber energi terbarukan lainnya (surya, biomassa dll) untuk mencapai diversifikasi yang tepat. Selain itu, masalah ini dapat diminimalkan dengan interkoneksi antar penyedia energi.

Mitos 4: Turbin angin berisik. Memang benar bila turbin angin ditempatkan di dekat daerah padat penduduk, bisa sangat berisik. Namun perkembangan modern pada teknologi turbin angin telah mengurangi kebisingan turbin angin pada bagian-bagian mekanis secara signifikan. Jadi, suara yang keluar dari turbin angin adalah suara blade yang berputar. Selain itu, letak pembangkit listrik tenaga angin juga sangat penting.

Mitos 5: Pembangkit listrik tenaga angin bertanggung jawab atas kematian burung. Meskipun ada kemungkinan burung mati di dekat pembangkit listrik tenaga angin, kematian ini jarang terjadi dan tidak berkaitan langsung dengan instalasi turbin angin. Sebagian besar instalasi turbin angin di seluruh dunia tidak mengakibatkan kematian burung. Sekali lagi kita perlu mempertimbangkan bahwa efek perubahan iklim sebagai akibat dari emisi rumah kaca membebankan risiko yang lebih besar bagi semua populasi yang hidup, termasuk burung.


IndoEnergi Home