Perbedaan Antara Biomassa dan Bahan Bakar Fosil

Harga bahan bakar yang terus meroket di seluruh dunia telah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perlunya untuk menghemat bahan bakar. Tapi sekedar melakukan pengehematan bahan bakar saja tidak akan membuat masalah ini terselesaikan. Jika kita terus menggunakan bahan bakar fosil, bahkan dalam jumlah yang rendah, suatu saat bahan bakar fosil pasti akan lenyap dari muka bumi. Satu-satunya cara untuk membuat generasi di masa depan dapat menikmati dunia seperti yang sekarang ini (bahkan lebih baik) adalah dengan menemukan bentuk-bentuk energi baru. Energi biomassa merupakan energi yang relatif baru bagi kita, sementara bahan bakar fosil telah digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Keduanya memiliki keuntungan serta kerugian tersendiri. Tapi mana yang lebih baik? Berikut ini adalah analisis yang komprehensif:

Darimana Sumber-sumber Energi Ini Berasal?
Energi biomassa adalah bentuk energi yang paling alami dan dapat diperoleh dari tanaman mati, kulit dan patahan pohon, kotoran hewan, residu pabrik dan tempat-tempat lainnya. Sebagian besar merupakan sumber yang murah dan dengan demikian biaya produksi energi biomassa menjadi murah pula.

Bahan bakar fosil seperti yang kita tahu diperoleh dari deposit fosil, seperti batubara yang terkubur di bawah tanah selama berabad-abad. Mereka adalah sumber energi yang paling umum dewasa ini. Bahan bakar fosil tidak dapat ditemukan di setiap tempat dan hanya terdapat di beberapa negara seperti di wilayah Middle East Asia yang memiliki cadangan energi yang melimpah.

Ketersediaan Bahan Bakar Biomassa dan Fosil
Sekitar 79% kendaraan di dunia yang berjalan menggunakan bahan bakar fosil dan sebagian lainnya menggunakan Liquid Petroleum Gas. Jangkauan energi Biomassa belum seluas bahan bakar fosil. Banyak orang di dunia ini yang masih belum menyadari keuntungan energi Biomassa. Memang, sekarang ini energi biomassa sudah banyak tersedia, namun pemanfaatannya belumlah optimal.

Sebuah statistik menarik di AS mengatakan bahwa hanya 3% dari energi yang digunakan di negara-negara di seluruh dunia berasal dari Biomassa. Hal ini sangat disayangkan mengingat biaya produksi energi biomassa yang rendah.

Mana Yang Lebih Baik?
Biomassa seperti yang kita tahu adalah sumber energi yang 100% alami. Biomassa dihasilkan dari bahan hijau yang ramah lingkungan dan tidak akan menyebabkan kerugian apapun. Bahan bakar fosil di sisi lain adalah penyebab utama polusi. Seperti yang kita ketahui, polusi berasal dari kendaraan yang hilir mudik di depan mata kita, dan juga polusi berasal dari proses industri. Bayak industri yang menggunakan bahan bakar fosil untuk memanaskan air dan dengan demikian melepaskan sejumlah besar zat berbahaya ke lingkungan.

Jadi, bahan bakar biomassa umumnya lebih baik daripada bahan bakar fosil dan kita harus mengambil langkah-langkah untuk menjadikannya sebagai sumber energi utama.


IndoEnergi Home