Sistem Distribusi Gas Alam

Gas alam merupakan bahan bakar fosil yang berupa molekul gas yang terdiri dari dua atom - satu atom karbon dan empat atom hidrogen. Rumus kimianya adalah CH4.

Seperti minyak, gas alam ditemukan di bawah tanah dan di bawah dasar laut. Sumur dibor untuk mencapai reservoir gas alam seperti halnya dalam pengeboran minyak. Setelah bor telah mencapai daerah yang berisi gas alam, gas tersebut dapat dibawa ke permukaan melalui pipa.

Gas alam tentu saja harus disalurkan dari sumur ke tempat-tempat dimana gas tersebut dimanfaatkan. Untuk melakukannya, ada jaringan pipa besar yang membawa gas alam dari ladang gas ke penggunanya. Ada pipa yang lebarnya mencapai dua kaki.

Gas alam dikirim dalam pipa yang lebih besar ke pembangkit listrik atau ke pabrik-pabrik, karena mereka menggunakan sejumlah besar gas. Pabrik Roti menggunakan gas alam untuk menyalakan oven untuk memanggang roti atau kue kering. Bisnis lainnya menggunakan gas alam untuk memanaskan air.

Dari pipa yang besar, gas disalurkan melalui pipa yang lebih kecil dan yang lebih kecil lagi untuk lingkungan perumahan.

Baik untuk bisnis atau perumahan, gas alam harus melewati meteran, yang akan mengukur jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam gedung/rumah. Seorang pekerja dari perusahaan gas akan membaca meteran dan perusahaan gas tersebut akan mengenakan biaya untuk setiap gas alam yang digunakan.

Di rumah, gas alam digunakan untuk memasak, memanaskan air atau sebagai pemanas rumah.

Di daerah yang tidak terdapat jaringan pipa gas alam, propana (bentuk lain dari gas) atau gas tabung digunakan sebagai pengganti gas alam. Propana juga disebut LPG, atau bahan bakar gas cair, terdiri dari metana dan campuran dengan gas lain seperti butana.

Propana berubah menjadi cairan ketika diberikan sedikit tekanan. Untuk gas alam biasa yang diubah menjadi cairan, gas tersebut harus dibuat menjadi sangat dingin.

Mobil dan truk juga dapat menggunakan gas alam sebagai bahan bakar transportasi, tetapi kendaraan ini harus membawa silinder khusus seperti tank untuk menampungnya.

Ketika gas alam dibakar untuk menghasilkan panas atau dibakar pada mesin mobil, gas tersebut dibakar dengan sangat bersih. Ketika gas alam digbungkan dengan oksigen (proses pembakaran), akan dihasilkan karbon dioksida dan uap air; ditambah energi yang dirilis berupa panas dan cahaya.

Kotoran juga terdapat pada semua jenis gas alam. Termasuk diantaranya adalah sulfur dan butana, dan bahan kimia lainnya. Ketika dibakar, kotoran ini dapat membuat polusi pada udara. Jumlah polusi dari gas alam lebih sedikit daripada pembakaran yang lebih "kompleks" pada bahan bakar bensin. Mobil bertenaga gas alam 90 persen lebih bersih daripada mobil bertenaga bensin.

Itulah sebabnya banyak orang merasa gas alam akan menjadi bahan bakar yang baik untuk mobil karena pembakarannya yang bersih.


IndoEnergi Home