Yang Perlu Diketahui Mengenai Polusi Udara

Apa Itu Polusi Udara?
Polusi udara digolongakn menjadi polusi udara primer dan polusi udara sekunder. Polusi udara primer terdiri dari bahan kimia yang benar-benar dipancarkan ke atmosfer dari berbagai sumber seperti mobil, pabrik, dan kilang. Sedangkan polusi udara sekunder merupakan hasil dari reaksi kimia antara bahan kimia yang dipancarkan ini dengan atmosfer.

Dampak Negatif Polusi Udara

Material polutan seperti oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon yang tak terbakar, dan gas organik non-metana (NMOG) dipancarkan dari knalpot kendaraan bermotor dan menjadi polutan di udara, di seluruh dunia. Bukti paling nyata dari hal ini adalah kabut asap, yang telah lama dideskripsikan sebagai campuran asap dan kabut yang menyelimuti banyak kota di dunia.

Selain itu, pembakaran internal juga membuat emisi karbon, yang dipercaya oleh banyak orang sebagai kontributor besar terhadap meningkatnya efek rumah kaca yang merupakan penyebab dari pencairan es di daerah kutub. Meningkatnya efek rumah kaca juga diyakini sebagai penyebab meningkatnya kondisi cuaca ekstrim dan badai di seluruh dunia, serta naiknya permukaan laut yang menyebabkan erosi lebih cepat di pantai dan garis pantai. Polusi udara adalah penyebab rusaknya habitat alam di seluruh dunia yang mengakibatkan berkurang atau punahnya beberapa spesies tanaman. Rusaknya habitat dan punahnya spesies adalah efek bola salju yang benar-benar terjadi secara global.

Bagaimana Mobil Berkontribusi Terhadap Polusi Udara?
Mobil adalah penyebab tertinggi polusi udara, dengan daftar polutan yang dibuang saat penggunaannya, manufaktur, dan penyulingan minyak untuk bahan bakar mobil tersebut . Menurut Union of Concerned Scientists, ada enam bahan utama dalam polusi udara. Ozon adalah bahan utama pada kabut asap, yang terjadi ketika nitrogen oksida dan hidrokarbon dari pembakaran mesin bereaksi dengan sinar matahari. Materi partikulat (PM) yang dikeluarkan dari mesin - terutama mesin diesel - menimbulkan ancaman terbesar bagi kesehatan manusia. PM dapat terperangkap jauh di dalam paru-paru. Nitrogen oksida dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Karbon monoksida tidak berwarna dan tidak berbau dan dihasilkan ketika mesin mobil berjalan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan bahkan kematian jika bernapas terlalu lama. Sulfur dioksida berbahaya terutama berasal dari pembakaran bahan bakar yang mengandung belerang seperti diesel. Polutan udara berbahaya atau beracun juga dapat ditemukan di udara sekitar pompa besin atau kilang minyak.

Yang Dapat Anda Lakukan untuk Membantu Mencegah Polusi Udara
Dengan mengurangi pemakaian mobil pribadi dan menggunakan angkutan umum, akan ada penurunan polusi udara dalam jumlah yang signifikan. Berjalan atau bersepeda bila memungkinkan juga memberikan manfaat yang besar bagi jantung Anda dan planet ini. Jika Anda harus menyetir sendiri kendaraan pribadi, pertimbangkanlah untuk menggunakan kendaraan hibrida atau kendaraan yang berbahan bakar bersih.


IndoEnergi Home