Energi Surya Untuk di Rumah: Menghitung Kebutuhan Instalasi Sistem Energi Surya

Tenaga surya rumahan semakin menjadi solusi bagi pilihan gaya hidup hijau dan pemanfaatan energi terbarukan untuk keperluan sehari-hari. Meskipun biaya pembelian dan instalasi masih tinggi, di beberapa negara telah diterapkan berbagai skema subsidi nasional, seperti subsidi dana investasi, tarif listrik feed-in dan insentif pajak, yang bertujuan untuk mempromosikan aplikasi ini dengan mengurangi cost. Melalui insentif investasi keuangan dan pengurangan biaya yang dicapai dengan kemajuan teknologi, sistem tenaga surya secara bertahap menjadi ekonomis untuk keperluan rumah tangga.

Sistem tenaga surya rumahan dapat membantu mengurangi biaya energi dengan menggunakan energi surya "gratis" sebagai pengganti energi "berbayar" yang dibeli dari jaringan listrik (tagihan listrik), bahkan energi yang dihasilkan matahari dapat memasok sebagian besar kebutuhan energi rumah tangga. Sumber tenaga surya mencakup sistem panas matahari (solar thermal, menggunakan radiasi matahari untuk menyediakan air panas baik untuk air panas konsumsi atau air panas MCK), atau sistem fotovoltaik (mengubah energi surya/sinar matahari menjadi listrik baik untuk langsung dipakai menyalakan peralatan listrik atau 'menjual listrik' ke jaringan listrik feed-in).

Pada artikel ini kita fokus pada sistem fotovoltaik untuk rumah.

Sebelum memasang instalasi surya rumahan, penting bagi kita untuk menangani masalah-masalah tertentu seperti perkiraan kebutuhan energi rumah tangga, mengumpulkan data lokasi (radiasi matahari) dan memperkirakan ukuran panel surya yang sesuai. Secara umum, langkah-langkah berikut dapat dijadikan panduan:

  • Perkirakan kebutuhan energi di rumah: Anda dapat memperkirakan kebutuhan energi dengan mengacu pada tagihan energi di rumah Anda. Dianjurkan untuk mengumpulkan data minimal 12 bulan berturut-turut (secara tahunan), atau lebih, sehingga memiliki representasi yang baik mengenai kebutuhan energi di rumah sepanjang tahun (mencakup semua musim).
  • Konsumsi energi bulanan: Dengan mengamati tagihan listrik di rumah, Anda dapat memperoleh catatan mengenai angka bulanan yang dikonsumsi di rumah (dalam kilowatt-jam Kwh).
  • Rata-rata konsumsi bulanan: Dari catatan angka bulanan, Anda dapat memperoleh kebutuhan energi rata-rata per bulan (yaitu total konsumsi selama 12 bulan dibagi 12). Dan penting pula untuk mencatat angka konsumsi terendah dan tertinggi (Kwh dan bulannya) sehingga Anda dapat memperoleh pemahaman komprehensif mengenai kebutuhan energi Anda dan meningkatkan kepekaan terhadap penghematan konsumsi dari waktu ke waktu.
  • Data Lokasi Radiasi Matahari: Carilah durasi khas sinar matahari (dalam jam) di lokasi Anda (negara dan kota) selama 30 hari. Jumlah ini biasanya dinyatakan dalam jam radiasi sinar matahari selama 30 hari (misalnya 150 jam sinar matahari dalam 30 hari). Atau, Anda dapat mencari angka ini yang dinyatakan dalam satuan rata-rata radiasi sinar matahari harian. Informasi tersebut dapat ditemukan pada otoritas cuaca setempat.
  • Kesesuaian ukuran sistem surya: Dengan membagi konsumsi rata-rata bulanan Anda (Kwh) dengan jam sinar matahari rata-rata bulanan (jam) di lokasi Anda, Anda bisa memperoleh perkiraan ukuran panel surya (Kw) yang seharusnya Anda miliki. Hal ini dapat dihitung menurut angka harian, bukan angka bulanan. Sebagai contoh, sebuah rumah dengan konsumsi rata-rata bulanan 350KWh di lokasi dengan radiasi surya rata-rata 150 jam per bulan akan membutuhkan suatu sistem 2,33 (dibulatkan 2,4) kilo-watt (yaitu 350/150). Namun, penting untuk dipahami bahwa angka-angka ini berasal dari "rata-rata dasar" selama periode 12 bulan. Dengan demikian, kapasitas 2,4 Kw pasti tidak akan cukup di setiap saat, untuk menutupi lonjakan permintaan energi atau selama hari berawan dan sinar matahari terbatas. Untuk mengkompensasi fluktuasi ini, Anda perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan potensi kekuatan dan / atau menginstal penyimpanan energi (baterai).
  • Jumlah Panel Surya: Setelah Anda telah mengetahui kebutuhan kapasitas listrik (Kw), Anda dapat mulai memilih dari berbagai pilihan panel surya (fotovoltaik), perhatikan bahwa merek atau teknologi yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula. Untuk mendapatkan solusi potensial, Anda harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti: biaya instalasi dan biaya lainnya, efisiensi panel surya, konektivitas sistem (misalnya untuk menyimpan energi), perkiraan masa pakai dan garansi. Sebagai contoh, jika Anda ingin menggunakan panel surya 100 watt, berarti Anda memerlukan 24 panel untuk membangun kapasitas 2,4 Kw (2400W/100W).
Secara umum, seseorang harus memutuskan berapa persen kebutuhan energi rumah tangga (Kwh) yang dipasok oleh panel energi surya dan menyesuaikan dengan variabel-variabel lainnya.

Akhirnya, harus dijelaskan bahwa langkah di atas diberikan sebagai panduan singkat dan angka-angka yang digunakan adalah 'angka sederhana' untuk penggambaran secara umum. Mudah-mudahan, hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dalam menilai solusi potensial pemanfaatan energi surya di rumah dan panduan untuk berdiskusi dengan instalator yang ahli.


IndoEnergi Home