Mengapa Sumber Energi Terbarukan Perlu Disubsidi?

Sebagian besar teknologi energi terbarukan, atau disebut juga energi hijau mendapatkan subsidi baik di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Jika energi terbarukan tidak mendapatkan subsidi, maka harga listrik yang dihasilkan melalui teknologi ini tidak akan kompetitif dibandingkan dengan listrik yang dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar fosil. Timbul pertanyaan yang terlintas dalam pikiran kita, mengapa kita harus mensubsidi energi terbarukan karena hal ini berlawanan dengan ilmu ekonomi modern yang bertumpu pada ekonomi pasar bebas?

Di dunia nyata, ekonomi tidak bekerja seperti yang digambarkan dalam buku-buku teks ekonomi. Kita telah menyaksikan dan merasakan bagaimana dampak ketergantungan pada minyak bumi terhadap pendapatan dan bisnis kita. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa harga minyak dapat melonjak dengan sertamerta, dari 30 dolar sampai 130 dolar per barel! ini artinya melonjak empat kali lipat, konsekuensinya harga barang dan jasa akan melonjak pula. Oleh karena itu, mengingat ketidakstabilan harga minyak, negara-negara yang bukan penghasil minyak mungkin lebih baik meminimalkan atau bahkan menghilangkan sama sekali ketergantungan mereka pada bahan bakar fosil yang dapat membantu mereka merencanakan kebijakan ekonomi mereka dengan tidak terhambat oleh unpredictable factor (faktor tak terduga) harga munyak.

Seperti telah disebutkan di atas, isu utama dari energi terbarukan adalah harganya yang tidak kompetitif. Di sisi lain, agar harga energi hijau menjadi kompetitif maka harus ada dana untuk penelitian. Dengan demikian subsidi energi terbarukan pada dasarnya merupakan cara untuk berinvestasi pada penelitian dan pengembangan energi terbarukan untuk mendapatkan metode produksi yang efisien, yang pada akhirnya akan mengurangi biaya untuk membeli bahan bakar fosil.

Selanjutnya, kita mesti mengingat bahwa pasokan bahan bakar fosil terbatas dan ada saatnya cadangan minyak bumi akan habis. Diperkirakan hal ini akan terjadi dalam 40 hingga 50 tahun ke depan dan oleh karenanya kita harus bisa mengantisipasinya. Agar tidak terjerumus dalam posisi yang sangat menyulitkan, kita harus berinvestasi pada sumber energi yang tidak terbatas dan berkelanjutan seperti matahari, angin, tenaga air dan bentuk lain dari sumber energi terbarukan.

Parameter lain yang bisa menjadi acuan adalah polusi yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang menyebabkannya menjadi oposisi bagi sumber energi terbarukan. Kehancuran lingkungan memiliki dampak pada kualitas hidup serta pada kesehatan kita untuk saat ini dan generasi mendatang. Hal ini tentu membawa dampak pasti bagi biaya ekonomi, baik dalam jangka pendek atau dalam jangka panjang, secara pribadi atau sebagai negara. Argumen tambahan lainnya adalah bahwa energi terbarukan bisa menciptakan jutaan pekerjaan baru yang membutuhkan tenaga terampil.

Ada banyak keuntungan mengenai subsidi energi terbarukan, di sisi lain, permasalahan terbesar adalah kenyataan bahwa teknologi produksi energi terbarukan tidak akan mencapai tingkat efisiensi dalam waktu dekat. Ini jelas akan memakan waktu yang panjang, mungkin puluhan tahun sampai subsidi dihentukan.

Apapun itu, yang harus kita lakukan adalah tetap fokus pada target akhir yaitu kemandirian energi dan lingkungan yang bersih.


IndoEnergi Home