Penjelasan Dasar Mengenai Energi Nuklir

Gempa bumi dan tsunami besar yang melanda Jepang tahun lalu menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan yang luar biasa pada rumah, sekolah, jalan dan gedung perkantoran. Tetapi kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi dan pembangkit lain di dekatnya telah membuat kata-kata seperti radiasi, reaktor nuklir dan rods fuel (batang bahan bakar) menempati headline surat kabar dan menjadi semakin populer melalui media internet dan televisi. KidsPost menjawab beberapa pertanyaan yang mungkin Anda miliki tentang energi nuklir dan apa yang pernah terjadi di Jepang.

Apakah energi nuklir itu?

Energi nuklir adalah energi di pusat (atau inti) atom. Dalam proses yang disebut fisi, atom akan terpisah, dan energi yang dilepaskan dapat digunakan untuk menghasilkan listrik pada pembangkit listrik, termasuk di pembangkit yang mengalami kerusakan di Jepang. Atom uranium, elemen yang umum ditambang di bumi, digunakan dalam reaksi nuklir ini. Dalam fisi, sebuah partikel kecil yang disebut neutron menabrak atom uranium; atom pecah, melepaskan lebih banyak neutron dan menghasilkan reaksi berantai. Reaksi ini melepaskan sejumlah besar energi. Energi ini bisa dipakai untuk menguapkan air, yang pada gilirannya akan memutar turbin, dan menghasilkan listrik di pembangkit listrik.

Apa yang dimaksud dengan reaktor nuklir?
Reaktor nuklir adalah perangkat dalam pembangkit listrik tempat reaksi fisi terjadi. Uranium seukuran ujung jari ditaruh di tabung logam yang panjangnya 12 kaki, yang disebut rods. Kumpulan rods inilah yang  membentuk inti reaktor.

Jadi apa yang terjadi di Jepang?
Rods biasanya disimpan di bawah air, yang menjaga inti reaktor tetap dingin. Ketika gempa melanda Jepang, seluruh jaringan listrik mati. Pembangkit listrik tenaga nuklir ini kemudian mengalihkan pasokan listriknya ke sistem cadangan dari generator. Tapi satu jam setelah gempa, tsunami melanda pembangkit listrik tersebut, mematikan generator. Sedangkan baterai cadangan hanya dapat bertahan selama delapan jam. Tanpa listrik, air tidak bisa bersirkulasi dan mulai mendidih, yang memungkinkan rods menjadi panas. Ketidakmampuan untuk menjaga tersedianya air pendingin pada rods menyebabkan ledakan dan kebakaran. Kejadian ini melepas unsur-unsur radioaktif ke udara. Radiasi tingkat tinggi bisa berbahaya, bahkan mematikan. Di sekitar reaktor, tingkat radiasi terus naik turun. Sekitar 50 pekerja mencoba untuk memperbaiki permasalahan dan mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan sesama warga lainnya.

Apakah penduduk sekitar menjadi sakit?
Penduduk yang berjarak 19 mil dari pembangkit listrik telah diinformasikan untuk tetap tinggal di dalam rumah. Ada obat yang dapat mengobati efek dari penyakit radiasi.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Jika tidak tersedia air untuk menjaga rods tetap dingin, bahan radioaktif yang seukuran ujung jari tadi dapat meleleh, seperti lilin. Peleburan ini akan merusak inti, yang dapat menyebabkan pelepasan lebih banyak gas radioaktif.
Syukurlah, seperti yang kita ketahui bersama, pemerintah jepang dapat mencegah masalah besar ini terjadi.

Apakah tenaga nuklir itu aman?
Pertanyaan itu telah diajukan selama bertahun-tahun, dan sekarang Anda akan mendengar lebih banyak perdebatan tentang hal itu karena peristiwa di Jepang. Tenaga nuklir sangat efisien. Sebagai contoh, pelet uranium berukuran kecil dapat menghasilkan listrik setara 150 galon minyak. Banyak orang yang melihat energi nuklir sebagai sumber energi alternatif. Situasi di reaktor Jepang tentunya akan membuat banyak orang beralih mengembangankan sumber daya lainnya, termasuk energi matahari dan angin.


via washingtonpost


IndoEnergi Home