Apakah Energi Nuklir Itu?

Matahari pada dasarnya merupakan
bola raksasa gas hidrogen
yang mengalami fusi menjadi gas helium,
dan menghasilkan sejumlah besar energi dalam prosesnya.
Energi Nuklir Adalah Energi di Inti Atom
Atom adalah partikel kecil yang membentuk setiap objek di alam semesta. Energi nuklir adalah energi dalam nukleus (inti) dari sebuah atom. Ada energi yang sangat besar yang mengikat inti atom bersama. Memecah ikatan ini akan melepaskan energi yang sangat besar tersebut.

Energi nuklir dapat digunakan untuk memproduksi listrik. Tapi pertama-tama energi tersebut harus dilepaskan. Energi ini dapat dilepaskan dari atom dalam dua cara: fusi nuklir dan fisi nuklir.

Dalam fisi nuklir, atom terpecah untuk membentuk atom yang lebih kecil, dan melepaskan energi. Pembangkit listrik tenaga nuklir menggunakan energi ini untuk menghasilkan listrik.

Dalam fusi nuklir, energi dilepaskan ketika atom dikombinasikan atau digabungkan bersama untuk membentuk atom yang lebih besar. Inilah cara matahari menghasilkan energi. Fusi merupakan subjek penelitian yang sedang berlangsung, namun belum jelas bahwa cara ini dapat menjadi teknologi komersial untuk pembangkit listrik.

Bahan Bakar Nuklir - Uranium
Fisi yang memecah atom uranium
Bahan bakar yang paling banyak digunakan oleh pembangkit nuklir untuk fisi adalah uranium. Uranium tak terbarukan, meskipun merupakan logam yang umum ditemukan pada batuan di seluruh dunia. PLTN menggunakan uranium jenis tertentu, disebut sebagai U-235. Jenis uranium ini digunakan sebagai bahan bakar karena atomnya mudah dipecah. Meskipun uranium cukup umum ditemukan, sekitar 100 kali lebih umum daripada perak, U-235 relatif jarang didapat.

Setelah uranium ditambang, U-235 harus diekstrak dan diolah sebelum dapat digunakan sebagai bahan bakar.

Selama fisi nuklir, sebuah partikel kecil yang disebut neutron "menubruk" atom uranium dan membuatnya terpecah, dan melepaskan sejumlah besar energi berupa panas dan radiasi. Reaksi ini juga merilis lebih banyak neutron. Neutron-neutron ini membombardir atom uranium lain, dan proses ini berulang lagi dan lagi. Hal inilah yang disebut reaksi berantai.


via eia


IndoEnergi Home