Batubara: Asal dan Jenis-jenisnya

Batubara Membutuhkan Jutaan Tahun Untuk Terbetuk
Batubara adalah batuan sedimen berwarna hitam atau coklat-hitam yang mudah terbakar, sebagian besar terdiri dari karbon dan hidrokarbon.

Batubara merupakan sumber energi tak terbarukan karena butuh jutaan tahun untuk dapat terbentuk. Energi dalam batubara berasal dari energi yang disimpan oleh tumbuhan yang hidup ratusan juta tahun yang lalu, ketika sebagian Bumi ditutupi oleh hutan rawa.

  • Sebelum masa dinosaurus, banyak tanaman besar yang mati di rawa-rawa.
  • Selama jutaan tahun, tanaman tersebut tertimbun di bawah air dan lumpur.
  • Panas dan tekanan mengubah tanaman tadi menjadi batubara.

Selama jutaan tahun, lapisan tanaman yang mati di dasar rawa-rawa ditutupi oleh lapisan air dan lumpur, memerangkap energi dari tanaman yang telah mati tersebut. Panas dan tekanan dari lapisan atas membuat sisa-sisa tanaman tadi berubah menjadi apa yang sekarang kita sebut sebagai batubara.

Jenis-jenis Batubara
Batubara diklasifikasikan menjadi empat jenis utama, bersarkan peringkatnya  (antrasit, bitumen, subbitumen, dan lignit), tergantung pada jumlah dan jenis karbon yang terkandung dan jumlah energi panas yang dapat dihasilkan. Peringkat deposit batubara tergantung pada tekanan dan panas yang menimpa pada sisa-sisa tanaman dimana mereka tenggelam semakin dalam selama jutaan tahun. Peringkat yang lebih tinggi dari batubara mengandung lebih banyak energi panas yang dapat dihasilkan.

Antrasit mengandung karbon 86-97%, dan umumnya memiliki nilai panas sedikit lebih tinggi daripada batubara bitumen.

Bitumen mengandung karbon 45-86%. Bitumen dibentuk di bawah panas dan tekanan tinggi. Bitumen digunakan untuk menghasilkan listrik dan merupakan bahan bakar penting dan bahan baku untuk industri baja dan besi.

Batubara Subbitumen  memiliki nilai kalor lebih rendah daripada batubara bitumen. Batubara Subbitumen pada umumnya mengandung karbon 35-45%.

Lignit adalah peringkat terendah dari batubara, dengan kandungan energi terendah. Cadangan Batubara Lignit cenderung merupakan cadangan batubara yang relatif muda, yang tidak mengalami panas atau tekanan yang ekstrim dan mengandung 25% - 35% karbon. Lignit terutama dibakar di pembangkit listrik untuk menghasilkan listrik.


via eia


IndoEnergi Home