Biodiesel dan Dampaknya Pada Lingkungan

Bus berbahan bakar biodiesel
Biodiesel tidak beracun dan biodegradable. Dibandingkan dengan bahan bakar diesel yang terbuat dari minyak bumi, biodiesel menghasilkan lebih sedikit polusi udara seperti material partikulat, karbon monoksida, sulfur dioksida, hidrokarbon, dan racun di udara. Namun, biodiesel sedikit meningkatkan emisi oksida nitrogen. Biodiesel tidak berbau seburuk bahan bakar solar konvensional ketika dibakar, kadang-kadang knalpot biodiesel beraroma kentang goreng!

Penggunaan Biodiesel Dapat Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Menggunakan satu galon biodiesel dapat menghindari emisi CO2 yang dihasilkan dari pembakaran satu galon minyak diesel. Biodiesel dapat dianggap netral karbon karena tanaman yang digunakan untuk membuat biodiesel, seperti kacang kedelai dan kelapa sawit, menyerap CO2 saat mereka tumbuh dan mengimbangi CO2 yang dihasilkan saat memproduksi dan menggunakan biodiesel.
Biodiesel dapat juga dibuat dari minyak kedelai yang merupakan hasil samping pengolahan kedelai untuk pakan ternak dan produk makanan atau non-makanan lainnya. Biodiesel juga diproduksi dari limbah lemak dan minyak hewani.

Di beberapa bagian dunia, area vegetasi alami dan hutan yang luas telah dibersihkan dan dibakar untuk menanam kedelai dan pohon kelapa sawit guna membuat biodiesel. Dampak negatif lingkungan dari kegiatan ini mungkin lebih besar daripada manfaat potensial dari menggunakan biodiesel yang dihasilkan dari tanaman tumbuh untuk membuat biodiesel.


via eia


IndoEnergi Home