Efek Gas Rumah Kaca pada Iklim di Bumi

Keadaan 150 Tahun Belakangan ini Menunjukkan Kenaikan Konsentrasi Gas Rumah Kaca
Level dari beberapa jenis gas rumah kaca telah meningkat sekitar 40% sejak industrialisasi berskala besar dimulai sekitar 150 tahun lalu. Selama 20 tahun terakhir, sekitar tiga perempat emisi yang disebabkan oleh manusia (antropogenik) berasal dari emisi pembakaran bahan bakar fosil. Konsentrasi karbon dioksida di atmosfer secara alami diatur oleh berbagai proses yang dikenal sebagai "siklus karbon."

Fluks, atau gerakan, karbon antara atmosfer dan tanah - lautan di Bumi didominasi oleh proses alamiah, termasuk fotosintesis tanaman. Bilamana proses-proses alam dapat menyerap sekitar 6,2 miliar ton metrik bersih dari emisi karbon dioksida antropogenik yang dihasilkan setiap tahun (diukur setara karbon), diperkirakan 4,1 miliar ton metrik ditambahkan ke atmosfer setiap tahun.

Ketidakseimbangan positif antara emisi gas rumah kaca dan penyerapannya ini menyebabkan peningkatan  pada konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer yang terus terjadi.

Gas Rumah Kaca dan Pemanasan Bumi
Para ilmuwan dapat mengetahui secara virtual bahwa peningkatan konsentrasi gas rumah kaca cenderung menambah hangatnya planet Bumi. Dari model berbasis komputer, meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca mengakibatkan peningkatan suhu permukaan rata-rata Bumi dari waktu ke waktu. Meningkatnya suhu mungkin, pada gilirannya, menghasilkan perubahan pola curah hujan, meningkatnya kekuatan badai, dan meningkatnya permukaan laut yang biasa disebut sebagai "perubahan iklim."

Penilaian oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan bahwa iklim bumi telah menghangat antara 1,1° dan 1,6° F selama seabad terakhir dan aktivitas manusia yang mempengaruhi atmosfer "sangat mungkin" merupakan faktor pendorong yang penting. Laporan The IPCC’s Fourth Assessment Report menyatakan, "Sebagian besar peningkatan rata-rata suhu global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh peningkatan pada konsentrasi gas rumah kaca antropogenik."

Laporan tersebut juga menyatakan, "Meluasnya pemanasan di atmosfer dan laut, bersama dengan hilangnya massa es, mendukung kesimpulan bahwa sangat tidak mungkin bahwa perubahan iklim global 50 tahun terakhir dapat dijelaskan tanpa kekuatan eksternal, dan sangat mungkin bahwa bukan karena penyebab alamiah yang dikenal saja."

Emisi  Karbon Dioksida dan Konsentrasi Karbon Dioksida (1751-2004)
Tahukah Anda?
Bahan bakar fosil menyuplai 84% dari energi utama yang digunakan di Amerika Serikat dan bertanggung-jawab untuk 99% emisi karbon dioksida.

via eia 


IndoEnergi Home