Jenis-jenis Turbin Angin

Turbin angin sumbu horisontal
Ada dua jenis turbin angin yang umum digunakan saat ini, yaitu berdasarkan arah poros berputar (sumbu): turbin angin sumbu horisontal dan turbin angin sumbu vertikal. 
Ukuran turbin angin bervariasi. Turbin kecil yang digunakan untuk memasok energi rumah tunggal atau bisnis mungkin memiliki kapasitas kurang dari 100 kilowatt. Beberapa turbin komersial berukuran besar mungkin memiliki kapasitas 5 juta watt, atau 5 megawatt. Turbin yang lebih besar sering dikelompokkan bersama-sama sebagi ladang angin yang memasok listrik ke jaringan listrik.

Turbin Angin Sumbu Horisontal
Kebanyakan turbin angin yang digunakan saat ini adalah tipe sumbu horisontal. Turbin angin sumbu horisontal memiliki bilah baling-baling seperti di pesawat. Sebuah turbin angin horisontal berdiri setinggi bangunan 20-lantai dan memiliki tiga pisau yang rentangnya menjangkau 200 kaki. Turbin angin terbesar di dunia memiliki baling-baling yang lebih lebih panjang dari lapangan sepak bola. Turbin angin yang tinggi dan lebar dibangun untuk menangkap lebih banyak angin.

Turbin Angin Sumbu Vertikal 
Turbin angin sumbu vertikal memiliki bilah yang memanjang dari atas ke bawah. Turbin angin jenis ini yang paling umum adalah turbin angin Darrieus, dinamai sesuai dengan nama insinyur Perancis Georges Darrieus yang desainnya dipatenkan pada tahun 1931. Jenis turbin angin vertikal biasanya berdiri setinggi 100 meter dengan lebar 50 kaki. Turbin angin sumbu vertikal menempati porsi kecil untuk digunakan pada saat ini.

Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Pembangkit listrik tenaga angin, atau sering disebut ladang angin, adalah kelompok turbin angin yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Sebuah ladang angin biasanya memiliki puluhan turbin angin yang tersebar di area yang luas. Ladang angin terbesar di dunia, Wind Horse Horse Hollow Wind Energy Center berada di Texas, memiliki 421 turbin angin yang menghasilkan listrik yang cukup untuk 220.000 rumah per tahun.

Banyak pembangkit listrik tenaga angin tidak dimiliki oleh perusahaan utilitas publik. Sebaliknya, mereka dimiliki dan dioperasikan oleh para prbisnis yang menjual listrik yang dihasilkan di ladang angin untuk utilitas listrik. Perusahaan-perusahaan swasta ini dikenal sebagai pengembang listrik swasta.


via eia


IndoEnergi Home