Lokasi dan Pemanfaatan Geothermal

Ring of Fire
Daerah sumber hidrotermal yang luas dan terbentuk secara alami disebut reservoir panas bumi. Kebanyakan reservoir panas bumi (geothermal) berada jauh di bawah tanah tanpa petunjuk yang terlihat di permukaan. Tapi energi panas bumi kadang-kadang menemukan jalan ke permukaan dalam bentuk:
  • Gunung berapi dan fumarol (lubang dimana gas vulkanik dilepaskan)
  • Mata air yang besar
  • Geyser
Sebagian Besar Sumber Daya Panas Bumi Berada di Dekat Batas Lempeng
Sumber daya panas bumi yang paling aktif biasanya ditemukan di sepanjang batas lempeng utama, dimana gempa bumi dan gunung berapi terkonsentrasi. Sebagian besar aktivitas panas bumi di dunia terjadi di daerah yang disebut Ring of Fire. Daerah ini mengelilingi Samudera Pasifik.

Ketika magma mendekati permukaan, ia memanaskan air tanah yang berada dalam batuan berpori atau air yang mengalir sepanjang permukaan batuan retak. Fitur-fitur ini disebut hidrotermal. Mereka memiliki dua komponen umum: air (hidro) dan panas (termal).

Ahli geologi menggunakan berbagai cara untuk mencari reservoir panas bumi. Pengeboran sumur dan pengujian suhu bawah tanah merupakan metode yang paling dapat diandalkan untuk menemukan reservoir panas bumi.

Pemanfaatan Energi Geothermal
Beberapa aplikasi energi geothermal menggunakan suhu bumi di dekat permukaan, sementara yang lainnya memerlukan pengeboran bermil-mil ke dalam Bumi. Tiga penggunaan utama energi geothermal adalah:
  • Penggunaan langsung dan sistem pemanas distrik, menggunakan mata air panas atau reservoir dekat permukaan.
  • Pembangkit listrik tenaga geothermal, membutuhkan air atau uap pada suhu yang sangat tinggi (300 ° sampai 700 ° F). Pembangkit listrik geothermal umumnya dibangun di daerah reservoir panas bumi terletak, sekitar satu atau dua mil dari permukaan.
  • Pompa panas geothermal, menggunakan suhu stabil tanah atau air di dekat permukaan bumi untuk mengontrol suhu bangunan di atas tanah.
Penggunaan Langsung Energi Geothermal
Dalam bentuk mata air panas, geothermal sudah digunakan secara langsung sebagai sumber energi sejak zaman kuno. Romawi dan Cina kuno, serta penduduk asli Amerika menggunakan air mineral panas untuk mandi, memasak, dan pemanas. Dewasa ini, mata air panas banyak yang masih digunakan untuk mandi, dan banyak orang percaya, air panas kaya mineral memiliki kekuatan penyembuhan alami.

Selain sebagai tempat pemandian, penggunaan langsung yang paling umum dari energi geothermal adalah untuk menghangatkan bangunan melalui sistem pemanas distrik. Air panas di dekat permukaan bumi dapat disalurkan langsung ke dalam bangunan dan industri untuk mendapatkan panasnya. Sebuah sistem pemanas distrik mampu menyediakan panas untuk 95% bangunan di Reykjavík, Islandia.

Aplikasi energi geothermal dimanfaatkan pula oleh pelaku industri termasuk untuk dehidrasi makanan, pertambangan emas, dan pasteurisasi susu. Dehidrasi, atau pengeringan sayuran dan produk buah-buahan, adalah penggunaan energi geothermal yang paling umum di dunia industri.


via eia


IndoEnergi Home