Mengenal Biodiesel

Bus berbahan bakar biodiesel
Biodiesel merupakan bahan bakar terbarukan yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar solar, yang terbuat dari minyak bumi. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati, lemak binatang, atau gemuk. Dewasa ini biodiesel sebagian besar terbuat dari minyak kedelai. Sekitar setengah dari produsen biodiesel mampu membuat biodiesel dari minyak atau lemak sisa, termasuk minyak bekas pakai restoran.

Biodiesel paling sering dicampur dengan minyak diesel konvensiona; dengan rasio 2% (B2), 5% (B5), atau 20% (B20). Biodiesel juga dapat digunakan sebagai biodiesel murni (B100). Bahan bakar biodiesel dapat digunakan pada kendaraan solar biasa tanpa membuat perubahan apapun di mesinnya. Biodiesel juga dapat disimpan dan diangkut menggunakan tangki diesel.

Sejarah Biodiesel
Mesin berbahan-bakar biodiesel baru populer akhir-akhir ini, tapi sebenarnya biodiesel bukanlah ide baru. Sebelum solar populer, Rudolf Diesel, penemu mesin diesel pada tahun 1897, bereksperimen dengan menggunakan minyak nabati (biodiesel) sebagai bahan bakar.

Biodiesel sebagai Bahan Bakar Transportasi
Kebanyakan truk, bus, dan traktor menggunakan diesel sebagai bahan bakar. Diesel merupakan bahan bakar tak terbarukan yang terbuat dari minyak bumi. Menggunakan biodiesel berarti kita mengurangi pemakaian minyak bumi. Biodiesel menghasilkan polusi yang lebih sedikit dibandingkan diesel minyak bumi. Setiap kendaraan yang beroperasi menggunakan bakar diesel dapat beralih ke biodiesel tanpa melakukan perubahan mesin.

Biodiesel memiliki karakteristik kimia sama seperti diesel berbasis minyak bumi, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti langsung untuk bahan bakar diesel. Biodiesel juga dapat dicampur dengan solar dalam setiap tingkat persentase tanpa mengalami masalah ekonomi yang signifikan.

Biodiesel Campuran
Campuran 20% biodiesel dengan 80% solar minyak bumi dikenal sebagai B20. Campuran biodiesel tingkat rendah seperti B2 dan B5 merupakan bahan bakar populer di industri truk pengangkut karena biodiesel memiliki sifat pelumas yang sangat baik, dan karena itu penggunaan campuran ini dapat bermanfaat bagi kinerja mesin.

Biodiesel murni (sering disebut B100) dan biodiesel campuran sensitif terhadap cuaca dingin dan mungkin memerlukan zat anti-beku, sama seperti minyak bumi berbasis bahan bakar diesel. Biodiesel bertindak seperti deterjen aditif yang melonggarkan dan melarutkan endapan dalam tangki penyimpanan. Karena biodiesel bersifat pelarut, B100 dapat menyebabkan masalah pada komponen karet dan lainnya di kendaraan yang lebih tua. Masalah ini tidak terjadi pada biodiesel campuran.


via eia


IndoEnergi Home