Mengenal Gas Rumah Kaca

Banyak senyawa kimia yang ditemukan dalam atmosfer di bumi yang "berlaku" sebagai "gas rumah kaca". Gas-gas ini memungkinkan sinar matahari masuk secara bebas ke atmosfer bumi. Ketika sinar matahari menerpa permukaan bumi, sebagian darinya dipantulkan kembali ke ruang angkasa sebagai radiasi inframerah (panas). Gas rumah kaca menyerap radiasi inframerah dan menjebak panas di atmosfer.

Banyak gas rumah kaca yang menunjukkan sifat ini. Beberapa terjadi secara alami. Beberapa juga dihasilkan oleh aktivitas manusia dan ada pula yang benar-benar buatan manusia (misalnya gas industri).

Apa Sajakah Jenis Gas Rumah Kaca?

Gas rumah kaca yang dipancarkan sebagai akibat dari aktivitas manusia, diperkiraan adalah:
  • Karbon dioksida (CO2)
  • Metana (CH4)
  • Nitrous oksida (N2O)
 Gas Industri:
  • Hidrofluorokarbon (HFC)
  • Perfluorokarbon (PFC)
  • Sulfur heksafluorida (SF6)
Ada gas rumah kaca lainnya yang tidak dipertimbangkan secara internasional:
  • Uap air adalah gas rumah kaca yang paling banyak, tetapi kebanyakan ilmuwan percaya bahwa uap air yang dihasilkan langsung oleh aktivitas manusia memberikan kontribusi sangat sedikit pada jumlah uap air di atmosfer, dan karena itu otoritas lingkunagan tidak mempertimbangkan emisi uap air.
  • Secara teknis, ozon adalah gas rumah kaca karena memiliki efek pada suhu global. Namun, pada ketinggian yang lebih tinggi di atmosfer (stratosfer), dimana ia terbentuk secara alami, ozon diperlukan perlu untuk memblokir sinar UV yang berbahaya. Pada ketinggian yang lebih rendah dari atmosfer (troposfer) ozon berbahaya bagi kesehatan manusia dan merupakan polutan karena efek pemanasan nya.


Tahukah Anda?Jika tidak ada gas rumah kaca alami, Bumi akan terlalu dingin untuk dapat mendukung berlangsungnya kehidupan. Tanpa adanya efek gas rumah kaca, rata-rata suhu bumi akan menjadi sekitar 2°F, dibandingkan suhu rata-rata yang kita alami saat ini yaitu 57°F.


via eia


IndoEnergi Home