Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal

Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal
Pembangkit listrik tenaga geothermal menggunakan sumber hidrotermal yang memiliki dua komponen umum: air (hidro) dan panas (termal). Pembangkit listrik tenaga geothermal memerlukan suhu tinggi (300 ° F sampai 700 ° F), sumber hidrotermal yang digunakan dapat berasal dari sumur uap kering atau sumur air panas. Kita dapat menggunakan sumber daya geothermal dengan pengeboran sumur ke dalam Bumi dan menyalurkan uap atau air panas ke permukaan. Sumur geothermal berkedalaman satu sampai dua mil.

Jenis-Jenis Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal
Ada tiga tipe dasar pembangkit listrik geothermal:
  • Pembangkit listrik uap kering (dry steam), yang disalurkan melalui pipa langsung dari reservoir panas bumi untuk menggerakkan turbin generator. Pembangkit listrik geothermal pertama kali dibangun pada tahun 1904 di Tuscany, Italia, dimana uap alami memancar dari dalam Bumi.
  • Pembangkit listrik flash steam, mengambil tekanan air panas yang tinggi dari dalam bumi dan mengubahnya menjadi uap untuk menggerakkan turbin generator. Ketika uap mendingin, ia mengembun menjadi air dan disuntikkan kembali ke dalam tanah untuk digunakan berulang-ulang. Sebagian besar pembangkit listrik geothermal adalah pembangkit flash steam.
  • Pembangkit listrik binary cycle, mentransfer panas dari air panas geothermal ke cairan lainnya. Panas menyebabkan cairan tersebut berubah menjadi uap yang digunakan untuk menggerakkan turbin generator.
Pembangkit Listrik Geothermal Dry Steam

Pembangkit Listrik Geothermal Flash Steam

Pembangkit Listrik Geothermal Binary Cycle

via eia


IndoEnergi Home