Penyaluran dan Penyimpanan Gas Alam

Gas Alam Sering Disimpan Sebelum Disalurkan
Gas alam disalurkan melalui jaringan pipa dari ladang produksi ke konsumen. Karena permintaan gas alam lebih besar di musim dingin, gas tersebut akan disimpan di dalam perjalanannya, di sistem penyimpanan bawah tanah, seperti di sumur minyak dan gas tua. Gas tersebut terus disimpan sampai mereka disalurkan kembali ke dalam pipa ketika konsumen mulai menggunakan lebih banyak gas, seperti di musim dingin untuk pemanas rumah.


Untuk menyampaikan gas ke masyarakat yang akan menggunakannya (biasanya melalui jaringan pipa besar), gas tersebut dialirkan melalui pipa yang lebih kecil. Pipa yang sangat kecil, kemudian menghubungkan gas dari pipa yang lebih kecil tadi langsung ke rumah atau bangunan tempat ia akan digunakan.

Gas Alam Juga Bisa Disimpan dan Diangkut Dalam Bentuk Cair
Ketika didinginkan sampai suhu yang sangat rendah, sekitar -260 ° F, gas berubah menjadi cair dan dapat disimpan dalam bentuk ini. Karena hanya membutuhkan 1/600 dibandingkan ruang untuk dalam bentuk gas, gas alam cair (LNG) dapat dimuat ke kapal tanker (kapal besar dengan beberapa kubah tangki) dan berlayar melintasi laut ke negara lain. LNG yang diterima kemudian dapat dikirim dengan truk yang kemudian akan ditampung dalam tangki besar dekat dengan konsumen atau kembali diubah menjadi gas jika sudah siap untuk dimasukkan ke dalam pipa.

LNG Tanker


via eia


IndoEnergi Home