Pertambangan dan Pengangkutan Batubara


Pertambangan Batubara 
Pertambangan Batubara Permukaan
Penambang batubara menggunakan mesin raksasa untuk mengeluarkan batubara dari tanah. Mereka menggunakan dua metode: pertambangan permukaan atau pertambangan bawah tanah. Metode pertambangan modern memungkinkan kita untuk dengan mudah mencapai sebagian besar cadangan batubara. Dengan adanya pertumbuhan dalam hal pertambangan permukaan dan meningkatnya teknologi pertambangan, jumlah batubara yang dihasilkan oleh satu penambang dalam satu jam telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 1978.

Pertambangan permukaan (termasuk mountain top removal) digunakan untuk memproduksi sebagian besar batubara karena lebih murah daripada pertambangan bawah tanah. Pertambangan permukaan dapat digunakan ketika batubara tersebut terkubur kurang dari 200 kaki di bawah tanah.

Pertambangan Batubara Bawah Tanah
Dalam pertambangan permukaan, mesin raksasa menggerus tanah bagian atas dan lapisan bebatuan yang dikenal sebagai "overburden" untuk mengekspos lapisan batubara. Setelah pertambangan selesai, tanah dan batu dikembalikan ke lubang, tanah lapisan atas diganti, dan kawasan ini ditanami kembali.

Pertambangan bawah tanah, kadang-kadang disebut pertambangan dalam, digunakan bila batubara tertimbun beberapa ratus kaki di bawah permukaan tanah. Beberapa tambang bawah tanah mencapai kedalaman 1.000 kaki. Untuk mengambil batubara dalam tambang bawah tanah, penambang menggunakn lift ke bawah terowongan tambang yang dalam, dimana mereka menjalankan mesin penggali batubara.

Pengolahan Batubara
Setelah batubara didapat, batubara itu biasanya dibawa dengan ban berjalan ke lokasi persiapan yang terletak di area pertambangan. Di sana batubara dibersihkan dan diproses untuk menghilangkan batu dan kotoran lainnya, abu, bahan belerang, dan material yang tidak diinginkan, dan untuk meningkatkan nilai kalor batubara.

Pengangkutan Batubara
Kereta Api Sebagai Sarana Pengangkutan Batubara 
Setelah batubara ditambang dan diproses, batubara siap dikirim ke pasar. Biaya pengiriman batubara dapat lebih tinggi daripada biaya pertambangan-nya.

Sebagian besar batubara diangkut dengan menggunakan kereta api. Batubara juga dapat diangkut dengan tongkang, kapal, truk, dan bahkan pipa.

Sering kali akan lebih murah untuk mengangkut batubara menggunakan tongkang di sungai, tapi wilayah jangkauan tongkang sangat terbatas. Jika batubara tersebut akan digunakan di dekat tambang, batubara dapat dipindahkan menggunakan truk dan konveyor. Batubara juga dapat dihancurkan, dicampur dengan air, dan dikirim melalui pipa dalam bentuk "bubur". Terkadang, pembangkit listrik berbahan bakar batubara dibangun di dekat tambang batubara agar biaya transportnya lebih rendah.


via eia


IndoEnergi Home