Rumah dan Bangunan Ramah Lingkungan

Pembangun sadar lingkungan dan berwawasan lingkungan merupakan hal yang sangat positif. Bangunan ramah lingkungan fokus pada bahan daur ulang, bahan dengan limbah minimal, biaya energi minimal dan fasilitas-fasilitas non-toxic. Desain bangunan yang ramah lingkungan menghilangkan ruang-ruang yang tidak dibutuhkan, sehingga desain ruang lebih kompak dan multi guna. Pada tingkat masyarakat, bangunan ramah lingkungan sering kali mengurangi ketergantungan pada mobil dan mendorong metode transportasi berjalan kaki, bersepeda dan penggunaan bus kecil komunal.

Latar belakang
Pembangunan di era industri sebagian besar didorong oleh energi murah, masih banyaknya lahan yang belum digarap dan eksploitasi sumber daya alam besar-besaran pada skala global. Dewasa ini, akibat penipisan sumber daya dan pemanasan global, banyak orang yang mulai menghidupkan gaya hidup ramah lingkungan di rumah dan komunitas mereka.

Mengapa Ramah Lingkungan?
Bangunan ramah lingkungan lebih hemat energi, lebih mengoptimalkan sumber daya, sehat bagi penghuni dan lebih terjangkau untuk didirikan, dioperasikan dan dipelihara. Milyaran orang di dunia terus berpacu demi kemajuan setiap hari, sedangkan sumber daya terus berkurang. Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan menunjukkan bahwa sumber daya akan semakin langka dan tentu saja harganya juga akan terus meroket. Bangunan ramah lingkungan dapat membantu menopang peningkatan populasi dengan memperlambat laju kerusakan lingkungan.

Perencanaan Bangunan Ramah Lingkungan
Anda dapat membangun rumah atau fasilitas yang ramah lingkungan. Rumah sebaiknya berlokasi di tempat yang memungkinkan bangunan untuk memaksimalkan penggunaan panel surya dan turbin angin guna mengumpulkan dan menyimpan energi. Rumah tersebut juga harus menggunakan desain bangunan dan bahan ramah lingkungan. Mengurangi konsumsi sumber daya biasanya berarti membuat hunian lebih padat, lebih banyak ruang bersama atau fasilitas umum dan lebih banyak menggunakan energi surya dan angin.

Fitur Bangunan Ramah Lingkungan
Bangunan ramah lingkungan saat ini menggunakan bahan daur ulang atau sumber daya terbarukan, seperti kayu dari hutan yang dikelola dan lantai bambu. Sistem pengumpulan air seperti penampung hujan, bio pori, dan atap hijau sering kali masuk dalam rancang bangun gedung. Pembangunan ramah lingkungan menghindari cat, pernis, finishing, karpet dan cover dinding berbasis minyak bumi. Bangunan ramah lingkungan menggunakan bahan alami dan serat terbarukan. Anda dapat mengurangi biaya pemanasan dan pendinginan ruangan dengan menggunakan kipas langit-langit dan menanam pohon untuk memberi keteduhan di saat-saat panas. Pohon juga akan menghalangi hempasan angin kencang.

Jenis Bangunan Ramah Lingkungan
Hampir setiap bangunan dapat didirikan atau direnovasi dengan menggunakan desain ramah lingkungan. Banyak desain yang menggunakan ruang parkir yang lebih kecil dan memiliki rumah kaca. Rumah kaca dapat bertindak sebagai ruang depan, taman yang hijau sepanjang tahun dan dipasang pemanas surya pasif. Panel surya dan sistem penangkap air dapat ditambahkan di rumah, bangunan komersial dan industri. Sekolah, perpustakaan dan bangunan publik lainnya dewasa ini sering kali menggunakan desain ramah lingkungan dalam proyek-proyek renovasi.

Komunitas Ramah Lingkungan
Masyarakat ramah lingkungan terus digalakkan. Perumahan dirancang untuk memberikan keleluasaan pada pejalan kaki, mendorong penggunaan sepeda dan mengurangi lalu lintas mobil. Lokalisme adalah tema utama dari komunitas ini. Perumahan dirancang untuk mengurangi ruang privat yang boros energi dan mendukung rekreasi umum serta area bermain sebagai gantinya. Transportasi masal, seperti van atau bus, digunakan untuk mengangkut penumpang ke tempat kerja di luar komunitas.


IndoEnergi Home