10 Alasan Vegetarian Dapat Membantu Menyelamatkan Bumi

Pola hidup vegetarian terus mendapatkan momentum karena memiliki banyak keuntungan, baik untuk kesehatan individu maupun lingkungan. Berikut 10 alasan mengapa vegetarian dapat menyelamatkan planet kita, yang diterbitkan oleh harian Observer:

1. Pencemaran Bumi
Seekor sapi menghasilkan sekitar 80 pon kotoran untuk setiap satu pod daging sapi yang kita konsumsi. Kotoran sapi dikenal akan melepaskan metana yang bisa menyebabkan pemanasan global. Ditambah dengan limbah urin di tangki penampungan yang sering bocor atau pecah mencemari air di sekitarnya.

2. Dead Zone
Bila kelebihan limbah dari peternakan hewan dibuang atau bocor ke saluran air, maka akan tercipta ratusan mil persegi dead zone. Ini disebabkan sejumlah ikan dan kehidupan air lainnya akan terbunuh oleh racun limbah ini. Sekitar 400 dead zone telah teridentifikasi secara global dan terus meningkat.

3. Pemborosan Air
Untuk menghasilkan daging membutuhkan sejumlah besar air. Menurut penulis John Robbins, dibutuhkan sekitar 20.000 pon air untuk menghasilkan satu pon daging sapi dan hanya 229 pon air untuk memproduksi satu pon beras.

4. Pemborosan Lahan
Sebuah keluarga vegetarian yang terdiri dari empat anggota keluarga dapat hidup dari sekitar satu acre tanah untuk makanan yang bersumber dari tumbuhan sementara keluarga yang mengkonsumsi daging membutuhkan sekitar 20 kalinya.

5. Mahal
Untuk menghasilkan makanan yang kedudukannya lebih rendah pada rantai makanan, dibutuhkan lebih sedikit energi dan jauh lebih sehat. Mengkonsumsi hewan menghabiskan sumber daya yang berharga, sehingga lebih banyak biaya untuk dapat memproduksinya. Mengkonsumsi hewan dapat pula menimbulkan ongkos kesehatan yang mahal karena banyak masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan darinya.

6. Kemungkinan Menyebabkan Penyakit
Makanan vegetarian dapat menimbulkan dampak negatif bila Anda tidak memilih yang organik, namun makan daging hewan dapat mengakibatkan lebih banyak potensi masalah. Peternakan hewan dibanjiri dengan antibiotik dan mereka rentan terhadap sejumlah serangan bakteri seperti: E-coli, Fecal coliform dan Cryptosporidium. Mereka juga sering diberi pakan transgenik yang tentu saja akan ditransfer ke rantai makanan yang lebih tinggi.

7. Membakar Minyak dan Batubara
Dalam banyak kasus, peternakan membutuhkan banyak energi. Yang berasal dari air, listrik dan bahan bakar fosil yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan ribuan hewan setiap hari. Setiap aspek dari penyebaran pakan, pemompaan air, pengangkutan bahan dan pendinginan, ini artinya membakar bahan bakar fosil.

8. Memperburuk Kualitas Udara
Peternakan menyumbang hujan asam akibat amonia buatan, serta polusi ozon. Lebih dari sepertiga dari nitrogen dan fosfor yang ditemukan di air tawar disebabkan karena praktek-praktek ini serta lebih dari setengahnya berasal dari residu antibiotik.

9. Deforestasi
Hutan hujan tropis dan jutaan hektar pohon telah hancur guna memberi ruang untuk merumput serta pengembangan pakan ternak.

10. Membuat Bumi Semakin Panas
Bumi semakin panas karena produksi daging. Sebuah studi PBB 2006 melaporkan bahwa "gabungan emisi yang menyebabkan perubahan iklim dari produksi daging mengambil porsi sekitar 18% dari total global – lebih banyak dari mobil, pesawat dan segala bentuk transportasi lainnya dijadikan satu."


IndoEnergi Home