Fakta-fakta Pemanas Air Tenaga Surya

  • Pemanas air tenaga surya adalah perangkat dan sistem yang menggunakan energi matahari untuk memanaskan air. Pemanas air tenaga surya atau sistem air panas tenaga surya terdiri dari beberapa inovasi dan menggunakan teknologi energi terbarukan yang telah mapan selama bertahun-tahun.
  • Sistem pemanas air tenaga surya (Solar Water Heater) meliputi tangki penyimpanan dan kolektor surya dimana air dipanaskan. Ada dua jenis sistem pemanas air tenaga surya: aktif, yang menggunakan pompa dan kontrol sirkulasi, dan pasif, yang tidak menggunakan pompa. Sistem pemanas air tenaga surya pasif biasanya lebih murah dibandingkan sistem aktif, tetapi mereka biasanya tidak efisien. Namun, sistem pasif bisa lebih handal dan dapat bertahan lebih lama.
  • Sistem pemanas air tenaga surya dirancang untuk menghasilkan air panas untuk sepanjang tahun. Namun, di musim hujan kadang-kadang tidak tersedia panas matahari yang cukup untuk menghasilkan cukup air panas. Pada hari berawan, dalam satu atau dua hari, kita masih bisa mendapatkan air hangat karena air akan dipanaskan oleh difusi radiasi yang tersedia di atmosfer. Sistem ini, bagaimanapun, sebaiknya memiliki back up sistem listrik yang dapat dinyalakan saat air tidak cukup panas.
  • Sistem pemanas air tenaga Surya mengurangi pengeluaran energi: sinar matahari gratis, jadi setelah mengeluarkan biaya untuk instalasi awal, biaya operasional selanjutnya akan jauh lebih murah. Juga, sistem ini akan mengurangi jejak karbon: air panas matahari adalah energi hijau, sistem pemanas air tenaga surya memanfaatkan energi terbarukan dan akan mengurangi emisi karbon dioksida ketika diinstal.
  • Biaya pemeliharaan untuk sistem pemanas air tenaga surya umumnya sangat rendah. Sistem pemanas air tenaga surya bisa memiliki garansi lima atau sepuluh tahun dan memerlukan sedikit pemeliharaan. Dalam sistem yang terawat, pompa bisa bertahan selama lebih dari sepuluh tahun.
  • Dalam rangka untuk memanaskan air menggunakan energi matahari, kolektor, sering diletakkan di atap atau dinding yang menghadap matahari, memanaskan fluida yang dipompa (sistem aktif) atau didorong oleh konveksi alami (sistem pasif). Kolektor bisa terbuat dari kotak sederhana berlapis kaca terisolasi dengan pelat absorber yang terbuat dari lembaran logam, yang melekat pada pipa penukar panas tembaga berwarna gelap, atau satu set tabung logam dikelilingi oleh tabung evakuasi (mendekati vakum).
  • Menurut catatan sejarah, di Amerika kolektor surya telah ada sebelum tahun 1900, yang berupa tangki bercat hitam yang dipasang di atap. Pada tahun 1896 Clarence Kemp of Baltimore, Amerika Serikat, menutup tangki di dalam kotak kayu, pertama kali menciptakan sistem batch water heater  seperti yang dikenal saat ini.
  • Ketika merancang pemanas air tenaga surya, dua isu besar yang harus ditangani: perlindungan terhadap pembekuan dan perlindungan terhadap panas. Tindakan perlindungan terhadap pembekuan mencegah kerusakan sistem karena mengembangnya cairan pentransfer panas yang membeku. Sistem drainback mengeringkan cairan transfer panas dari sistem ketika pompa berhenti bekerja. Banyak sistem tidak langsung yang menggunakan antibeku sebagai fluida pentransfer panas. Jika air panas tidak digunakan dalam satu atau dua hari, cairan dalam kolektor dan penyimpanan bisa mencapai suhu yang sangat tinggi pada semua sistem kecuali pada sistem drainback.
  • Sistem pemanas air tenaga surya untuk di rumah merupakan investasi yang sangat baik karena kenaikan harga energi akhir-akhir ini.


IndoEnergi Home