10 Cara Menghemat Air di Rumah

Air yang kita gunakan di rumah Anda diambil dari habitat alami dan dibutuhkan energi untuk mengolahi dan menyalurkannya. Makanya penting bagi kita untuk mengurangi jumlah air yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pastikan Efisiensi Peralatan dan Keran Anda
1. Toilet menggunakan lebih banyak air daripada peralatan lain di rumah. Jika toilet di rumah Anda merupakan toilet jadul, mungkin ia akan menggunakan sekitar 3,4 galon setiap kali menyiramnya. Untuk mengurangi jumlah air yang digunakan tiap kali menyiram, Anda dapat menggunakan toilet dengan volume tangki lebih kecil atau beli perlengkapan tambahan yang dapat membantu Anda mengurangi volume tangki dan, perbaiki kebocoran dan inefisiensi. Jika Anda memasang toilet baru, cari toilet dengan sedikit penyiraman atau toilet efisiensi tinggi, yang akan beroperasi hanya 1,3 galon tiap kali menyiram.

2. Shower standar mengalirkan air sekitar 2,5 galon per menit. Anda dapat mengurangi penggunaan air di rumah Anda dengan memasang kepala shower aliran rendah, yang menggunakan aerasi atau tekanan berosilasi untuk mempertahankan nuansa mandi dengan hanya mengalirkan 1,5 galon per menit. Anda juga dapat menginstal kran wastafel aliran rendah atau aerator, yang akan mengurangi aliran kran wastafel hingga 0,5 galon per menit.

3. Kebocoran bisa mencapai 13,7% dari air yang digunakan di rumah, jadi pastikan untuk memeriksa pipa dan selang dari kebocoran dan periksa keran agar tidak menetes. Bahkan kebocoran kecil dapat berkontribusi besar terhadap air yang terbuang: jika kebocoran keran Anda hanya satu galon per hari, ini berarti membuang lebih dari 350 galon per tahun. Kebocoran di toilet dan selang bisa lebih besar dan akan menambahkan hingga ribuan galon air yang terbuang.

4. Mesin cuci dan mesin pencuci piring menggunakan air dalam jumlah besar. Untuk mengurangi pemborosan, jalankan mesin cuci hanya ketika mesin cuci pakaian atau piring sudah penuh dan gunakan bilas ekstra hanya bila diperlukan. Ketika membeli peralatan baru, periksa label. Belilah peralatan yang memiliki sertifikat efisiensi energi.

Jangan Meninggalkan Air Ketika Sedang Mengalir
5. Membiarkan air mengalir saat Anda menggosok gigi dapat mengakibatkan lebih dari 200 galon air terbuang sia-sia dalam sebulan. Jadi matikan keran saat Anda menyikat gigi, Anda bahkan dapat menginstal adapter keran inframerah yang mematikan aliran air ketika sedang tidak digunakan. Jenis keran ini juga bagus untuk wastafel dapur, karena mereka dapat mengurangi jumlah air yang mengalir saat Anda mencuci piring, membilas sayuran, atau mencuci tangan Anda.

6. Jika Anda ingin meninggalkan air, gunakan ember untuk menampung limpasan air sehingga dapat digunakan untuk menyiram tanaman atau mencuci piring.

Kurangi Penggunaan Air di Halaman!
7. Ketika menyiram halaman, bertindaklah dengan cerdas: ukur kelembaban di halaman sehingga Anda tahu berapa banyak air yang dibutuhkan, atur posisi penyiram untuk meminimalkan jumlah air yang menyirami trotoar atau jalan (yang tidak terserap), dan siram di antara jam 6 hingga 10 pagi untuk menghindari kerugian menguapkan. Jika penyiram Anda menggunakan timer, pasang sensor hujan untuk menghindari penyiraman halaman Anda saat hujan turun.

8. Gunakan tong air hujan untuk mengumpulkan air hujan yang kemudian dapat digunakan untuk kegiatan outdoor seperti menyiram rumput atau mencuci mobil.

9. Naikkan pisau mesin pemotong sampai 3 inci: rumput yang lebih tinggi akan membantu tanah mempertahankan kelembaban.

10. Jika Anda tinggal di daerah rawan kekeringan, pastikan untuk menggunakan tanaman yang membutuhkan sangat sedikit air. Tanyakan pada penjual bibit lokal untuk tanaman lokal, perdu, rumput, dan kaktus tahan kekeringan. Anda juga dapat mengkonversi daerah berumput dengan permukaan kerikil atau batu taman yang tidak membutuhkan penyiraman.



IndoEnergi Home