10 Ide Ramah Lingkungan di Sekolah

Tahun ajaran baru segera tiba, sebagian ibu sibuk membeli perlengkapan sekolah yang diperlukan: pensil, pena, kertas dan perlengkapan lainnya, dan anak-anak berharap untuk bertemu teman-teman lama dan memperoleh teman baru.

Tahun ajaran baru adalah ritual belanja alat-alat sekolah, karena banyaknya peserta didik, maka sedikit banyak hal ini juga berpengaruh pada lingkungan. Untuk itu, berikut ini satu set tips dan trik untuk membuat proses back-to-school menjadi ramah lingkungan.

Tips # 1:
Sebelum Anda menghabiskan uang untuk membeli sesuatu, perhatikan apa yang tersisa dari perlengkapan sekolah tahun lalu. Hal ini terutama penting jika Anda memiliki lebih dari satu anak, kotak pinsil yang tidak muat lagi untuk si kakak dapat digunakan kembali oleh si adik. Hal ini, pada kenyataannya, merupakan salah satu sudut dari segitiga 3R yang direkomendasikan, mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang.

Tips # 2:
Jadilah pembelanja yang cerdas dan membeli dari toko yang mengiklankan produk ramah lingkungan. Misalnya, beli binder yang terbuat dari kertas daur ulang. Jika Anda tidak dapat menemukan toko produk hijau atau daur ulang di daerah Anda, pertimbangkan untuk mencarinya di Internet. Anda dapat pula mencari barang-barang second hand di situs jual beli di internet.

Tips # 3:
Membeli pakaian adalah bagian ritual penting back-to-school sebagaimana dengan membeli kertas dan pensil. Tahun ini Anda mesti membelinya dengan cara ramah lingkungan. Untuk melakukannya, Anda perlu mencari pemasok yang berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan. Atau, Anda dapat membeli barang bekas (tas, ikat pinggang) atau baju bekas pakai, dari sebuah toko barang second atau toko daur ulang..

Tips # 4:
Setelah Anda selesai berbelanja untuk perlengkapan dan pakaian, Anda dapat mengalihkan perhatian Anda terhadap makanan. Misalnya, alih-alih membiarkan anak Anda membeli minuman bersoda di sekolah (atau bahkan air dalam botol BPA), pertimbangkan menggunakan wadah minuman stainless steel yang menjaga suhu minuman untuk waktu yang lama. Bekali anak Anda dengan minuman jus atau minuman sehat lainnya. Dan setelah digunakan, anak-anak Anda dapat mencuci botol dan mengisinya kembali dengan air dari dispenser.

Tips # 5:
Anda juga dapat membekali anak Anda dengan makan siang dibandingkan membeli makan siang (yang mahal) atau makanan dalam kemasan yang menghasilkan sejumlah besar limbah wadah. Bahkan, menurut EPA (asosiasi energi), limbah kemasan bertanggung jawab atas lebih dari 30 persen dari semua limbah yang dihasilkan setiap tahun. Lebih penting lagi, apa yang Anda bekali cenderung lebih bergizi dibandingkan makan siang yang dibeli di luar, dan Anda benar-benar tahu kualitasnya.
Kemas semua makanan bekal untuk anak Anda dalam wadah makan yang dapat digunakan kembali.

Tips # 6:
Jika anak Anda tipe orang yang super aktif, carilah backpack yang cocok untuk anak Anda. Untuk menemukannya, Anda bisa mengunjungi toko fashion besar atau browsing internet untuk mendapatkan produk tahan lama dan ramah lingkungan.

Tips # 7:
Jika Anda mengantar-jemput anak-anak Anda ke sekolah, bukan naik bus sekolah, pastikan kendaraan Anda telah ditune-up, ganti oli dan cek ban. Hal ini akan meningkatkan efisiensi BBM (dan, sebagai hasilnya, mengurangi jejak karbon Anda).

Tips # 8:
Pertimbangkan untuk mengumpulkan beberapa orang tua yang sama-sama sadar lingkungan untuk membentuk sebuah klub lingkungan di sekolah Anda. Anda dapat memanfaatkan klub ini untuk berkampanye pada teman dan tetangga mengenai lingkungan, dan juga untuk berjual-beli produk hijau.

Tip # 9:
Pikirkan kegiatan liburan Anda: Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Gunakan lampu led untuk dekorasi. Ganti menu makanan Anda yang kaya lemak dan gula dengan bahan makanan yang lebih sehat.

Tips # 10:
Yang terakhir tentu saja mengajari anak Anda agar lebih mencintai dan memperhatikan lingkungan. Ajarkan anak Anda alasan-alasan mengapa kita harus ramah terhadap lingkungan, ajarkan pula mengenai akibat buruk apabila kita mengabaikan lingkungan (penggundulan hutan, banjir, global warming). Karena generasi muda adalah harapan kita.



IndoEnergi Home