Cara Kerja Sepeda Motor Listrik

Sepeda motor listrik Enertia
Cara kerja sepeda motor listrik pada dasarnya sama dengan cara kerja sepeda motor bertenaga bensin: kendaraan ini didorong oleh sebuah mesin, dan mesin tersebut membutuhkan bahan bakar.

Perbedaan utama adalah bahan bakar bensin di motor konvensional diganti dengan baterai atau fuel cell dalam bentuk listrik.

Komponen Utama
Sepeda motor listrik yang ditenagai oleh baterai kemungkinan akan menggunakan banyak ruang yang dibutuhkan untuk rumahan baterai tersebut. Mesinnya sendiri mungkin akan sedikit lebih kecil. Dalam salah satu model, "Enertia", mesin berukuran sekitar sebuah alternator, dan terpasang rendah pada chassis tepat di depan roda belakang. Sebuah rantai dan sprocket menghubungkan motor langsung ke roda belakang.

Tenaga
Tergantung pada jenis baterai yang digunakan, baterai dalam sepeda motor listrik dapat bertahan antara 1,5 sampai 10 tahun. Jenis baterai meliputi:

  • Lithium Ion
  • Lithium
  • Lithium Phosphate
  • Litihum Ion Fosfat
  • Lead Acid
  • Nickel Metal Hydride

Salah satu kelemahan yang dirasakan dari sepeda motor listrik adalah rentang pengisian. Sebagian besar sepeda motor listrik yang sekarang tersedia di pasaran dapat menempuh kisaran 40 (65 km) sampai 100 mil (160 km) sekali isi ulang baterai. Kebanyakan sepeda motor bertenaga bensin akan melebihi jarak tersebut, meskipun hal ini tergantung pada ukuran tangki bensin.

Lama pengisian baterai menjadi kekhawatiran lain pada sepeda motor bertenaga listrik, mengingat waktu mengisi ulang akan mencapai minimal 2 sampai 3 jam. Bandingkan dengan 10 menit atau kurang untuk kebutuhan mengisi tangki bensin, dan ini mungkin menjadi perhatian utama saat mempertimbangkan untuk membeli sepeda motor listrik.

Faktor-faktor Lain
• Bersih - mesin listrik dianggap bersih dibandingkan mesin bensin karena 2 alasan utama: tidak dibutuhkan minyak dan tidak menimbulkan asap knalpot. Oli juga digunakan untuk melumasi mesin bensin, dan hampir tidak perlu untuk motor listrik. Dengan tidak menimbulkan asap knalpot, kendaraan listrik bisa digunakan indoor, dan ini merupakan peluang untuk mengubah cara berkendara di masa depan.
• Tenang - Tidak ada suara keras yang terdengar dari sepeda motor listrik, yang mungkin menjadi hal baik dalam kaitan dengan tingkat desibel, tapi ada sisi buruknya juga. Kadang-kadang suara mesin yang keras menjadi pertanda bagi kendaraan/pejalan lain akan kehadiran sepeda motor di jalan.
• Pemeliharaan murah dan mudah - Meskipun harganya lebih mahal dari harga model bertenaga bensin, motor listrik membutuhkan lebih sedikit pemeliharaan dan dengan biaya yang lebih rendah.
• Pengisian - Salah satu pertimbangan yang harus dipikirkan calon pemilik sepeda motor listrik adalah cara pengisian daya. Pemilik rumah yang memiliki garasi tidak akan mendapatkan masalah, tetapi jika Anda tinggal di sebuah apartemen di lantai atas, outlet listrik Anda mungkin sulit untuk dicapai.

Sepeda motor listrik dapat bekerja dengan cara yang sama seperti sepeda motor bertenaga bensin, tetapi bagaimana kita sebagai pengendara dapat berinteraksi dengan mereka akan membutuhkan lebih banyak adaptasi.



IndoEnergi Home