Cara Memasang Pemanas Air Tenaga Surya

Pada artikel ini, kita akan fokus pada cara menginstal sistem pemanas air tenaga surya standar untuk loop tertutup. Sebelum memasang sistem pemanas air tenaga surya, sebuah lokasi harus di-survei dengan menjawab pertanyaan seperti:
  • Mampukah atap menopang beban mati dan beban hidup kolektor surya?
  • Apakah atap mengarah ke arah yang baik tanpa terbayangi? Apakah atap tidak akan diganti dalam waktu dekat?
  • Dapatkah pekerjaan di atap dilakukan dengan aman?
  • Apakah ada ruang di dalam bangunan untuk meletakkan tangki penyimpanan dan perangkat keras yang berhubungan?
  • Dapatkah perpipaan dipasang di antara tangki penyimpanan dan kolektor tanpa upaya renovasi yang signifikan?
Langkah Instalasi
Langkah-langkah dasar untuk menginstal sistem pemanas air matahari loop tertutup adalah:
1. Pasang kolektor surya di atap.
2. Pasang tangki penyimpanan dan penukar panas (heat exchanger) di samping pemanas air konvensional.
3. Pasang pipa dan pompa pada loop glikol.
4. Pasang pipa air.
5. Pasang kontroller.
6. Isi sistem.
7. Isolasi pipa air dan glikol.

Langkah 1: Pasang kolektor surya di atap
Saat memasang kolektor, buat sedikit mungkin penetrasi ke atap. Dalam beberapa kasus, kolektor dapat dipasang di atap dan pipa dipasang melalui dinding vertikal. Seal semua penetrasi atap dengan sealant silikon. Masing-masing produsen bisa jadi akan memasok hardware yang sedikit berbeda untuk memasang kolektor di atap. Ikuti petunjuk dari produsen dengan hati-hati.

Langkah 2: Pasang tangki penyimpanan dan penukar panas di samping pemanas air konvensional
Tempatkan tangki penyimpanan surya di dekat pemanas air konvensional. Jika penukar panas merupakan bagian internal tangki penyimpanan, pastikan bahwa koneksi loop glikol ke penukar panas, serta koneksi air dingin dan panas dapat diakses. Jika penukar panas merupakan bagian eksternal dari tangki penyimpanan, ada kemungkinan dibutuhkan sistem pipa. Instal penyambung di tangki penyimpanan dan koneksi penukar panas sehingga pipa tidak harus dipotong jika tangki atau penukar panas perlu diganti.

Langkah 3: Pasang pipa dan pompa untuk loop glikol
Pada kebanyakan sistem, pipa untuk loop glikol tidak lebih besar dari ½ inci. Rakit terlebih dulu seluruh loop glikol tanpa solder sehingga Anda dapat yakin seluruh loop tersambung bersama-sama, dan kemudian solder seluruh loop. Pastikan untuk menginstal penyambung di pompa, sehingga jika perlu diganti, dapat diganti tanpa memotong pipa.

Pompa harus dipasang pada bagian terendah dari loop glikol. Pompa outlet dipasang ke pipa menuju ke kolektor surya di atap. Sebuah check valve harus dipasang di outlet pompa sehingga ketika pompa dimatikan, glikol tidak akan mengalir balik ke dalam loop. Sebuah tangki ekspansi harus dipasang, dan pengukur tekanan harus dipasang untuk memonitor tekanan di loop glikol. Sebuah katup pelepas tekanan harus dipasang di loop glikol. Outlet dari katup pelepas tekanan harus disalurkan ke saluran pembuangan.

Katup pelepas tekanan ini harus merupakan katup boiler, dan tekanan operasional sebaiknya tidak lebih dari 30 psi. Peralatan Opsional:
  • Sebuah katup bola (sirkuit setter) dapat dipasang untuk mengontrol arus dalam loop.
  • Sebuah flow meter juga dapat diinstal dalam loop glikol.
  • Termometer pada inlet dan outlet penukar panas akan membantu memantau kinerja sistem.

Langkah 4: Pasang pipa air
Pasang pipa air dingin di rumah ke inlet tangki penyimpanan surya, dan outlet dari tangki penyimpanan surya ke inlet pemanas air konvensional. Instal katup dan penghubung pada inlet dan outlet dari tangki. Jika penukar panas merupakan bagian eksternal tangki penyimpanan surya, Anda dapat memilih untuk menggunakan loop konveksi alami antara penukar panas dan tangki penyimpanan surya, atau Anda dapat menginstal pompa untuk mendorong air melewati penukar panas dan tangki. Jika Anda memilih untuk menggunakan konveksi alami, Anda harus menggunakan pipa tembaga besar-setidaknya 1-1/4 " untuk memperoleh aliran yang memadai melewati penukar panas. Jika Anda memilih untuk menginstal pompa untuk mendorong air melalui penukar panas, Anda dapat menggunakan pipa tembaga ½ inci.

Langkah 5: Instal kontroller
Kontroller harus dipasang untuk mengenali perbedaan suhu antara air di bagian bawah tangki penyimpanan surya dan glikol di bagian atas kolektor surya. Sensor dapat dipasang pada pipa dengan klem selang.
Ada beberapa opsi pelengkap untuk  kontroller. Meskipun menambah biaya, namun opsi ini akan menambah kenyamanan dan mungkin keamanan pada sistem:
  • Katup Bypass
  • Katup Tempering
  • Radiator loop suhu tinggi
Katup Bypass: Pasang pipa di antara pipa air masuk dan pipa air yang meninggalkan pemanas air konvensional. Instal katup (bypass valve) dalam pipa ini. Bila katup ini tertutup dan katup pada inlet dan outlet pemanas air konvensional terbuka, air akan mengalir dari tangki penyimpanan surya ke pemanas air konvensional (operasi normal). Jika katup pada pipa air masuk dan pipa air yang meninggalkan pemanas air konvensional ditutup dan katup bypass terbuka, air akan mengalir dari tangki penyimpanan surya melewati pemanas air konvensional. Mode bypass ini dapat digunakan di musim panas ketika suhu air tinggi, dan pemanas air konvensional dapat dimatikan sepenuhnya.

Katup Tempering: Untuk menghindari suhu panas mendidih pada tangki penyimpanan surya. Katup tempering menambahkan air dingin pada air panas untuk mengontrol suhu sehingga tidak ada risiko pendidihan.

Radiator loop suhu tinggi: Sebuah radiator, pompa, dan kontroller dapat diinstal pada sistem untuk "membuang" energi pada saat loop glikol terlalu panas. Opsi ini juga dapat melindungi sistem dari overheating jika tidak ada air panas yang digunakan selama beberapa hari di musim panas.

Langkah 6: Isi sistem
Periksa loop glikol dari kebocoran dengan mengisi loop glikol dengan air. Pompa sirkulasi mungkin terlalu kecil untuk mengisi sistem, sehingga Anda memerlukan pompa yang dapat memberikan tekanan yang cukup untuk mengangkat air (dan glikol) sampai ke bagian atas kolektor surya. Untuk menguji sistem dari kebocoran, pastikan bahwa tidak ada udara di loop glikol, tingkatkan tekanan pada loop glikol dua kali tekanan operasi (maksimum 30 PSI, dan kurang dari tekanan katup pelepas) dan biarkan sistem berjalan selama delapan jam. Jika tekanan dalam loop menurun, Ada kebocoran yang harus ditemukan dan diperbaiki. Jika tekanan tetap, isi sistem dengan campuran 50-persen propilen glikol dan 50 persen air dan tekanan di loop tidak lebih dari 15 PSI.

Langkah 7: Isolasi pipa air dan glikol
Setelah sistem telah diperiksa untuk menemukan kebocoran, isolasi semua pipa glikol dan air dengan hati-hati. Jaringan pipa air dapat diisolasi dengan busa isolasi pipa standar. Pipa glikol dan penukar panas eksternal harus diiisolasi dengan isolasi pipa fiberglass. Duck tape dapat digunakan pada sambungan isolasi pipa air, dan joint tape digunakan pada isolasi pipa fiberglass. Isolasi yang terkena sinar matahari dapat dilindungi oleh foil, atau cat tahan UV. Isolasi fiberglass yang digunakan di luar harus dilindungi dengan isolasi jaket PVC.



IndoEnergi Home