Cara Menangani Sampah dengan Ramah Lingkungan

Sampah menjadi masalah bagi kita bersama, terutama di kota-kota besar. Limbah plastik benar-benar menjadi ancaman bagi kita. Dan jangan lupakan pula limbah organik, limbah makanan organik yang dibuang ke TPA akan menghasilkan gas metana dan produk samping lainnya. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang berhubungan dengan Perubahan Iklim dan pada kenyataannya 20 kali lebih merusak lingkungan daripada karbon dioksida, yang sering disebut-sebut sebagai gas rumah kaca.

Cara yang paling efektif untuk menangani sampah adalah melalui pendekatan Pencegahan Sampah. Pendekatan ini berfokus pada perubahan gaya hidup serta pola produksi dan konsumsi. Dengan tidak menghasilkan sampah, kita dapat meminimalisir kebutuhan untuk menangani, mengangkut, mengolah dan membuang sampah. Kita juga dapat menghindari keharusan untuk membayar layanan ini.

Hirarki Penanganan Sampah
Perdebatan seputar penanganan sampah telah menghasilkan metode tindakan positif berkaitan dengan sampah, dikenal sebagai Hirarki Penanganan Sampah. Di bagian atas hirarki adalah tindakan pencegahan dan menghindari terjadinya sampah, dan di bagian bawah, pilihan yang paling tidak dinginkan adalah pembuangan sampah.


Ringkasan hirarki penanganan sampah:
Pencegahan / Minimisasi (Prevention): Sebelum membeli, pertimbangkan apakah barang tersebut diperlukan. Berbelanjalah secara pintar dengan membeli dalam jumlah besar, menggunakan produk isi ulang dll.

Memakai kembali (Reuse): Sebuah produk dibeli dan dapat didonasikan/dijual dengan tujuan yang sama. Misalnya pakaian, stoples kue - tidak ada perubahan bentuk.

Daur Ulang (Recycle): Sampah diolah menjadi produk baru dan sering tidak berkaitan dengan item awal. Misalnya daur ulang kaca, plastik dan pengomposan.

Pemulihan Energi (Recover): Mengambil sampah / bagian dari sampah, dan menggunakannya sebagai bahan bakar. Misalnya membuat pelet kertas, pembangkit sampah-jadi-energi dll.

Pembuangan (Dispose): Jalan terakhir adalah pembuangan. Buang sampah pada tempatnya, jangan ke sungai/sembarangan yang malah memperburuk keadaan.


IndoEnergi Home