Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Pemanas Tenaga Surya

Sistem pemanas tenaga surya memerlukan pemeriksaan dan perawatan berkala untuk menjaga mereka tetap beroperasi secara efisien. Juga, dari waktu ke waktu, beberapa komponen mungkin perlu perbaikan atau penggantian. Anda juga harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah scaling, korosi, dan pembekuan.

Anda mungkin bisa melakukan kegiatan inspeksi dan tugas pemeliharaan secara pribadi, tetapi untuk hal tertentu Anda mungkin memerlukan teknisi ahli. Mintalah perkiraan biaya secara tertulis sebelum mengerjakan apapun. Untuk beberapa sistem, mungkin lebih hemat biaya bila Anda mengganti komponen atau bahkan keseluruhan sistem daripada harus memperbaiki.

Pemeriksaan Berkala

Berikut adalah beberapa inspeksi yang disarankan untuk komponen-komponen sistem pemanas tenaga surya. Anda juga harus membaca buku panduan mengenai jadwal perawatan yang disarankan.

Bayangan Pada Kolektor
Periksa bayangan yang mengganggu kolektor di siang hari (pertengahan pagi, siang, dan sore hari) secara tahunan. Bayangan akan sangat mempengaruhi kinerja kolektor surya. Pertumbuhan vegetasi dari waktu ke waktu atau bangunan baru di rumah atau tetangga Anda dapat menghasilkan bayangan yang tidak ada ketika kolektor dipasang.

Kotoran pada Kolektor
Kolektor yang berdebu atau kotor dapat memperburuk kinerja. Pembersihan periodik mungkin diperlukan pada iklim kering berdebu.

Kaca Kolektor dan Segel
Carilah retakan di kaca kolektor, dan periksa untuk melihat apakah segel dalam kondisi baik. Kaca plastik, jika telah menguning, mungkin perlu diganti.

Saluran air dan koneksi kabel
Carilah kebocoran cairan pada koneksi pipa. Periksa koneksi saluran dan segel. Saluran harus disegel dengan baik. Semua koneksi kabel harus ketat.

Insulator pipa dan kabel
Carilah kerusakan atau degradasi isolasi pada pipa, saluran air, dan kabel.

Tekanan atap
Tekanan pada atap harus dalam kondisi stabil.

Struktur pendukung
Periksa semua mur dan baut pada kolektor dan struktur lainnya agar tetap dalam keadaan kencang.

Katup
Pastikan terbuka atau tertutup dengan benar.

Peredam
Pastikan peredam membuka dan menutup dengan benar.

Pompa atau blower
Pastikan bahwa pompa distribusi atau blower (kipas) beroperasi dengan baik. Jika Anda tidak mendengar pompa atau blower bekerja, maka itu artinya kontroller atau pompa/blower tidak berfungsi.

Cairan pentransfer panas
Cairan antibeku pada kolektor pemanas surya perlu diganti secara berkala. Tugas ini sebaiknya diserahkan kepada teknisi ahli. Air dengan kandungan mineral tinggi (yaitu air keras/sadah) yang bersirkulasi di kolektor menimbulkan penumpukan mineral dalam perpipaan dan mungkin perlu dibuang dengan menambahkan de-scaling atau larutan asam ringan setiap beberapa tahun.

Sistem Penyimpanan
Periksa tangki penyimpanan, dll, apakah terdapat keretakan, kebocoran, karat, atau tanda-tanda korosi lainnya.

Mencegah Scaling dan Korosi

Dua faktor utama yang mempengaruhi kinerja sistem pemanas air tenaga surya adalah scaling dan korosi.

Scaling
Air domestik yang tinggi kandungan mineralnya (atau "air keras"/sadah) dapat menyebabkan penumpukan atau scaling mineral (kalsium) pada sistem pemanas matahari. Penumpukan scaling mengurangi kinerja sistem dengan beberapa cara. Jika sistem Anda menggunakan air sebagai cairan transfer panas, scaling dapat terjadi pada kolektor, pipa distribusi, dan penukar panas (heat exchanger). Dalam sistem yang menggunakan cairan pentransfer panas jenis lain (seperti glikol, antibeku), scaling dapat terjadi pada permukaan penukar panas yang mentransfer panas dari kolektor ke air. Scaling juga dapat menyebabkan katup dan pompa gagal berfungsi.
Anda dapat menghindari scaling dengan menggunakan water softener atau dengan mengedarkan larutan asam ringan (seperti cuka) melewati kolektor maupun loop air panas setiap 3-5 tahun sekali, atau bila diperlukan tergantung pada kondisi air. Anda mungkin perlu membersihkan permukaan penukar panas dengan hati-hati  menggunakan amplas medium.

Korosi
Sebagian besar sistem tenaga surya yang dirancang dengan baik tetap akan mengalami korosi. Ketika terjadi, biasanya merupakan korosi galvanik, proses elektrolisis disebabkan oleh dua logam berbeda kontak satu sama lain. Sebuah logam memiliki muatan listrik positif yang lebih kuat dan menarik elektron dari logam yang lain, menyebabkan salah satu logam menimbulkan korosi. Cairan penukar panas di beberapa sistem tenaga surya kadang-kadang menyediakan jalan yang bisa menyebabkan pertukaran elektron terjadi.
Oksigen yang masuk ke dalam sistem pemanas loop terbuka akan menyebabkan karat pada komponen besi atau baja.

Perlindungan Terhadap Pembekuan

Sistem pemanas air tenaga surya, yang menggunakan cairan sebagai penukar panas, membutuhkan perlindungan dari pembekuan pada iklim yang suhunya turun hingga di bawah 42 º F (6 º C).
Jangan bergantung pada isolasi kolektor dan pipa untuk menjaga mereka dari pembekuan. Tujuan utama isolasi adalah untuk mengurangi hilangnya panas dan meningkatkan kinerja. Untuk melindungi kolektor dan pipa dari kerusakan karena suhu yang beku, Anda pada dasarnya memiliki dua pilihan:
  • Gunakan larutan antibeku sebagai fluida transfer panas.
  • Mengeringkan kolektor dan pipa, baik secara manual maupun otomatis, ketika ada peluang suhu mungkin turun di bawah titik beku cairan.
Menggunakan Larutan Antibeku
Sistem pemanas air tenaga surya yang menggunakan larutan antibeku (propilen glikol atau etilena glikol) sebagai cairan transfer panas mendapatkan perlindungan pembekuan efektif asalkan konsentrasi antibeku dipertahankan dalam jumlah yang tepat. Cairan antibeku efektifitasnya menurun dari waktu ke waktu dan biasanya harus diganti setiap 3-5 tahun. Karena sistem ini bertekanan, tidak praktis bagi pemilik rumah untuk memeriksa sendiri kondisi larutan antibeku. Jika Anda memiliki sistem semacam ini, panggil ahli tenaga surya profesional  untuk memeriksa secara berkala.

Pengeringan Kolektor dan Pipa
Sistem pemanas air tenaga surya yang menggunakan air sebagai cairan transfer panas merupakan sistem yang paling rentan rusak karena pembekuan. Sistem drainback biasanya menggunakan sistem kontrol untuk mengeringkan loop kolektor secara otomatis. Sensor pada kolektor dan tangki penyimpanan memberitahu sistem kontrol kapan harus mematikan pompa sirkulasi, untuk mengeringkan loop kolektor, dan kapan mulai memompa lagi.

Penempatan yang tidak tepat atau penggunaan sensor berkualitas rendah dapat menyebabkan kegagalan dalam mendeteksi kondisi beku. Sistem kontrol mungkin tidak menguras sistem, dan kerusakan mahal akibat pembekuan mungkin terjadi. Pastikan bahwa sensor telah dipasang sesuai dengan rekomendasi produsen, dan periksa setidaknya sekali dalam setahun untuk memastikan sistem kontrol beroperasi dengan benar.

Untuk memastikan bahwa loop kolektor mengalir sepenuhnya, biasanya dipasang ventilasi udara di titik tertinggi loop kolektor. Sangat penting untuk melindungi ventilasi udara sehingga mereka juga tidak membeku. Juga pastikan tidak ada yang menghalangi aliran udara ke dalam sistem ketika siklus pembuangan aktif.

Kolektor dan pipa harus miring dengan benar untuk memungkinkan air terkuras sepenuhnya. Semua kolektor dan pipa harus memiliki kemiringan minimal 0,25 inci per kaki (2,1 sentimeter per meter).



IndoEnergi Home