5 Teknik Sukses Wawancara Kerja: Membangun Hubungan Saat Wawancara

Membangun hubungan selama wawancara kerja berarti membangun rasa saling menghormati dan pengertian antara diri sendiri dan pewawancara Anda. Meskipun bila disukai oleh pewawancara tidak menjamin Anda akan dipekerjakan, hal ini secara signifikan akan meningkatkan kesempatan Anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Teknik wawancara terfokus pada bentuk komunikasi verbal dan non-verbal. Pewawancara sering memulai wawancara dengan pertanyaan informal. Pertanyaan kasual dirancang oleh perekrut untuk membantu Anda menjadi santai dan mendorong komunikasi yang terbuka selama wawancara. Pertanyaan semacam ini merupakan contoh yang sangat baik dari teknik membangun hubungan.

Sekarang, mari kita lihat 5 teknik wawancara untuk memberikan keunggulan kompetitif dalam wawancara kerja Anda.

Teknik Wawancara # 1 - Dress Code
Memakai pakaian yang mirip dengan pewawancara Anda dapat membangun hubungan instan. Jika pewawancara Anda mengenakan jas dan dasi, Anda akan merusak hubungan bila mengenakan pakaian kasual. Jika pewawancara Anda adalah seorang pekerja kerah biru dengan celana jeans dan sepatu bot, pakaian bisnis kasual akan lebih tepat dibandingkan jas dan dasi. Jika Anda tidak yakin, hubungi calon pimpinan Anda di muka untuk mengkonfirmasi pakaian yang sesuai untuk wawancara kerja. Pewawancara selalu terkesan ketika Anda membuat usaha untuk meningkatkan penampilan Anda.

Teknik Wawancara # 2 - Ucapan Awal
Ini mungkin tampak jelas, tapi senyum hangat dan jabat tangan ramah sering dilupakan di tengah-tengah wawancara yang penuh kegelisahan. Ketika Anda bertemu pewawancara, lakukan kontak mata dan jabat tangan dengan ramah. Tersenyum dan sapa mereka dengan "Senang bertemu dengan bapak." Sebaiknya gunakan nama mereka jika Anda tahu. Misalnya, "Pak Imron. Senang bertemu Anda. "

Tips: Gunakan jabat tangan erat, tapi jangan menekan terlalu keras atau terlalu lembut. Jabat tangan yang terlalu keras bisa melukai, terutama jika orang tersebut memakai cincin. Menyakiti jelas bukan kesan pertama yang Anda inginkan! Jabat tangan yang terlalu lembut menciptakan kesan kepercayaan diri rendah dan malas. Untuk hasil terbaik, berlatihlah berjabat tangan dengan teman sampai terasa benar.

Teknik Wawancara # 3 - Mirroring
Mirroring adalah teknik membangun hubungan yang dianjurkan oleh ahli Neuro Linguistic Programming (NLP). Sederhananya, mirroring melibatkan pencocokan bahasa tubuh Anda sendiri dengan bahasa tubuh pewawancara. Efektivitas mirroring didasarkan pada premis bahwa orang merasa paling nyaman di sekitar orang yang sama. Berikut adalah cara menggunakan mirroring untuk membangun hubungan dalam wawancara kerja Anda:
• Ucapan dan Nada Suara. Ketika Anda berbicara, sesuaikan pola bicara pewawancara. Jika mereka berbicara dengan cepat, Anda berbicara pula dengan cepat. Jika mereka berbicara perlahan dan tenang, respon pula dengan perlahan dan tenang. Jika nada suara tegas, tiru hal tersebut. Jika mereka menggunakan nada ramah, santai, ikuti langkah mereka.
• Bahasa Tubuh. Untuk mirroring bahasa tubuh pewawancara Anda, hati-hati mengamati dan meniru perilaku mereka. Sesuaikan diri Anda dengan posisi duduk, ekspresi wajah dan gerakan tangan mereka. Diperkirakan bahwa 90% dari komunikasi merupakan non-verbal, sehingga komunikasi Anda melalui bahasa tubuh dapat membuat dampak yang signifikan terhadap hasil wawancara Anda.

Peringatan: Untuk menghindari menyinggung pewawancara Anda, mirroring harus dibuat halus dan hati-hati. Ingat, perekrut sering dilatih dalam NLP dan / atau teknik membangun hubungan, sehingga mereka juga akan menyadari teknik mirroring seperti Anda. Jangan menggurui ketika menggunakan mirroring. Sebaliknya, secara sadar beri perhatian dan pengertian. Setelah semua, tujuan Anda adalah untuk mendorong perasaan saling menghormati, tidak untuk mendapatkan kekuasaan atau pengaruh.

Teknik Wawancara # 4 - Membangun Kebersamaan
Dalam kehidupan pribadi, kebersamaan dengan teman-teman Anda mungkin terjalin karena sama-sama cinta sepak bola, anak-anak yang se-usia atau pengalaman masa lalu yang sama. Sulit untuk menemukan kesamaan dalam wawancara kerja, tetapi bila Anda berhasil, pewawancara Anda akan lebih cenderung untuk menyukai dan mengingat Anda. Perhatikan hal-hal berikut:
• Percakapan Informal. Kebanyakan wawancara meliputi momen singkat berbasa-basi. Pertanyaan informal pada awal wawancara dirancang untuk membantu Anda bersantai, ini adalah kesempatan besar untuk menemukan kesamaan dengan pewawancara Anda.
• Kepala Mengangguk dan Kontak Mata. Banyak pewawancara yang akan menjelaskan tanggung jawab pekerjaan dan juga mengajukan pertanyaan pada Anda, lakukan kontak mata dan buat anggukan kecil untuk menunjukkan Anda setuju dan memahami apa yang dikatakan pewawancara. Kemudian, lanjutkan dengan respon rinci yang sesuai. 
• Tanyakan Pertanyaan yang Baik Saat Wawancara. Pastikan Anda benar-benar meneliti dan merencanakan pertanyaan yang akan diajukan selama wawancara Anda. Hati-hati, ajukan pertanyaan yang menyelaraskan diri dengan kepentingan pewawancara. Meskipun Anda bisa bertanya "Proyek apa yang akan saya kerjakan?", Pertanyaan yang lebih baik dapat berupa "Saya mengerti posisi ini difokuskan pada pengurangan biaya di departemen Anda. Bagaimana saya bisa membuat ini berhasil untuk Anda? Proyek apa yang akan saya kerjakan? ". Perhatikan, pertanyaan ini secara mendalam lebih terfokus pada pewawancara sehingga Anda membangun tujuan bersama antara Anda berdua.
Dengan tidak melakukan hal yang tidak pantas, lakukan yang terbaik untuk membuat kebersamaan dengan pewawancara.

Teknik Wawancara # 5 - "Berpura-pura!"
Ini teknik wawancara yang termudah dan paling berguna. Dengan berpura-pura Anda sudah memiliki hubungan baik dengan perekrut Anda. Sambut pewawancara Anda seolah menyapa teman yang Anda percaya dan kagumi. Berpura-pura Anda sudah memiliki pekerjaan itu, berbicara seolah-olah Anda siap untuk belajar dan membuat perbedaan positif dalam organisasi.

Dengan berpura-pura Anda sudah memiliki hubungan yang baik, Anda tentu akan memancarkan kehangatan. Anda akan menampilkan kepribadian yang lebih santai dan terbuka. Ini akan tercermin dalam ekspresi wajah, nada suara, postur dan gerak tubuh Anda.

Membangun hubungan selama wawancara kerja Anda memberikan Anda sebuah keunggulan kompetitif yang signifikan. Jangan menggunakan teknik ini untuk menjadi pengendali, mencari pengaruh atau persuasif. Sebaliknya, fokus pada hasil positif seperti memorability, komunikasi terbuka dan suasana saling percaya di ruang wawancara. Gunakan keterampilan ini untuk kesuksesan Anda.


IndoEnergi Home