5 Tips Sukses Wawancara Panel

Untuk pelamar kerja yang sering cemas, tidak ada yang lebih menakutkan dibandingkan wawancara panel. Jika prospek diinterogasi oleh beberapa orang asing membuat Anda ingin lari dan bersembunyi, jangan terlalu diambil hati. Undangan untuk menghadiri wawancara panel menunjukkan bahwa Anda adalah seorang calon papan atas.
Karena wawancara panel biasanya merupakan langkah terakhir dalam proses perekrutan, Anda mungkin salah satu finalis dari lima atau kurang pelamar. Pada kenyataannya, Anda memiliki peluang bagus untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Tips berikut akan membantu Anda bertahan dan berhasil melewati wawancara panel berikutnya.

Tips # 1 - Lakukan Penelitian
Lakukan panggilan telepon cepat ke perekrut Anda, yang akan memberikan semua latar belakang yang Anda butuhkan untuk wawancara panel. Anda harus bertanya:
• Siapa yang akan menjadi anggota panel? Cari tahu nama setiap pewawancara. Periksa website perusahaan untuk foto masing-masing orang. Anda akan merasa kurang terintimidasi jika Anda berjalan ke ruang wawancara dengan sudah mengenal nama masing-masing wajah. Memang tidak mudah untuk mengingat nama-nama baru di bawah tekanan. Tapi, penelitian sederhana ini sudah membantu mengurangi rasa khawatir Anda.
• Posisi apa yang dipegang para panelis? Dengan mengetahui posisi pekerjaan panelis, Anda akan dapat meraba untuk jenis pertanyaan yang akan mereka ajukan. Skenario yang paling umum adalah Anda akan diwawancarai oleh tiga orang. Yang pertama adalah manajer bidang Anda, yang kedua adalah calon rekan kerja dan yang ketiga adalah perwakilan SDM. Setiap orang akan mengajukan pertanyaan yang berbeda yang berkaitan dengan bidang keahlian mereka.
• Berapa lama wawancara berlangsung? Wawancara panel sering lebih lama dari wawancara individu, karena akan ada lebih banyak orang, pertanyaan dan percakapan akan menjadi lebih lama. Pastikan Anda siap untuk wawancara panjang. Jika Anda dapat menghindari, jangan menjadwalkan janji sebelum dan setelah wawancara. Ini sangat penting untuk membuat Anda tidak tergesa-gesa.

Tips # 2 – Hadapi Rasa Takut Anda
Pada kenyataannya, pertanyaan dan jawaban dalam wawancara panel tidak berbeda dengan wawancara individu. Jadi, mengapa wawancara panel membuat orang merasa lebih gugup? Perbedaan utama adalah jumlah orang. Tak seorang pun ingin dihakimi atau dipermalukan di depan orang lain. Ini adalah ketakutan yang sama yang kita hadapi sebelum berbicara di depan umum. Tips ini akan membantu Anda mengatasi rasa takut:
• Pragmatis - Jangan biarkan diri Anda menikmati emosi takut. Pertimbangkan hal terburuk yang bisa terjadi. Apakah Anda akan diam membeku, tidak bisa berbicara? Apakah Anda terlihat seperti orang bodoh dan mempermalukan diri sendiri? Maukah Anda gagal? Toh pada akhir wawancara jika Anda tidak berhasil, Anda dapat pergi dan beralih ke aplikasi pekerjaan berikutnya. Membuat pandangan pragmatis membantu Anda tetap tenang dan fokus.
• Antusias - Jawab pertanyaan wawancara dengan antusiasme yang sehat. Sampaikan kegembiraan Anda pada prospek pekerjaan baru tersebut. Sebuah sikap positif dan energik memberi Anda kepercayaan diri dan membantu menekan rasa takut.
• Mengetahui aplikasi Anda - Jika Anda ditanya,  "Bisakah Anda ceritakan tentang proposal yang Anda menangkan pada tahun 2002?", Anda harus tahu persis apa yang pewawancara bicarakan! Akan sangat memalukan jika Anda tidak bisa menjawabnya. Tidak diragukan lagi Anda akan ditanya tentang resume dan surat lamaran Anda. Pastikan Anda akrab dengan rincian seperti jabatan, tanggal, tugas, proyek dan prestasi masa lalu.
• Bicara - Hindari rasa malu dengan membiasakan diri dengan jargon industri. Cek website perusahaan dan majalah industri untuk mencari petunjuk. Jika ada istilah yang Anda kurang akrab, pelajari apa artinya dan bagaimana menggunakannya dalam konteks tertentu.
• Gunakan catatan untuk cadangan - Sangat diterima bila Anda membuat catatan untuk wawancara panel. Tuliskan seperangkat pertanyaan untuk diajukan pada para panelis. Anda juga dapat membuat catatan pengingat untuk membantu Anda jika Anda benar-benar terjebak untuk menjawab. Perlu diingat, catatan Anda harus untuk penggunaan darurat saja. Jika Anda menemukan diri Anda tidak dapat menjawab pertanyaan, lidah kelu atau kewalahan, melihat catatan sekilas dapat membantu Anda kembali fokus. Jangan lihat catatan kecuali jika Anda benar-benar perlu. Kadang-kadang, hanya menyadari Anda membawa catatan dapat membantu Anda merasa santai.

Tip # 3 - Membuat Kontak Mata
Mungkin aspek yang paling sulit dari wawancara panel adalah memberikan perhatian yang cukup kepada beberapa orang pada waktu yang sama. Semakin banyak panelis, semakin sulit untuk melakukannya. Untuk membuat para pewawancara merasa dihormati, pastikan Anda membuat kontak mata dengan semua orang. Selalu fokus pada orang yang mengajukan pertanyaan. Beri perhatian atas pertanyaan mereka dengan anggukan kecil sebelum memulai jawaban Anda. Ketika memberikan jawaban yang lebih panjang, luangkan waktu untuk melihat ke seluruh panelis wawancara, buat kontak mata alami dengan masing-masing pewawancara.

Tips # 4 – Tekanan Saat Wawancara
Tidak semua wawancara panel dirancang untuk tekanan tinggi, tapi Anda harus mempersiapkan bila hal ini terjadi. Jika Anda sedang diwawancarai untuk posisi stres yang tinggi, wawancara dapat dirancang untuk menguji seberapa baik Anda menangani situasi stres. Untungnya, kebanyakan wawancara panel dilakukan hanya untuk kepentingan perusahaan, bukan upaya untuk menghancurkan Anda! Bahkan, perusahaan sering mencoba membuat Anda merasa nyaman. Jika Anda mulai merasa cemas atau tertekan, ambil  napas dalam-dalam dengan lambat dan biarkan diri tenang sejenak untuk mengumpulkan pikiran Anda.

Tips # 5 - Berlatih
Selain mengikuti tips persiapan wawancara kerja, persiapkan diri Anda lebih lanjut dengan berlatih mengantisipasi percakapan. Praktekkan tanya jawab pribadi untuk pertanyaan wawancara kerja yang umum. Berlatihlah dengan keras dan perhatikan bagaimana cara berbicara secara perlahan dan jelas. Semakin banyak Anda berlatih, semakin lancar dan percaya diri Anda pada akhirnya.

Pandanglah wawancara panel sebagai peluang positif. Anda akan dievaluasi secara adil, tidak tunduk pada hanya satu sudut pandang. Tetap tenang, jujur dan jawab dengan sebaik mungkin.

Jika Anda masih merasa cemas, cobalah membayangkan Anda tidak sedang diwawancarai sama sekali! Mengapa tidak menganggap diri Anda sebagai salah satu anggota panelis? Ya, Anda harus menilai perusahaan sebagaimana mereka menilai Anda.


IndoEnergi Home