Cara Membuat Kompos Dengan Benar

Jadi Anda sudah mulai mencoba membuat kompos. Hal ini bagus untuk Anda! Dan bagus pula untuk taman Anda. Artikel ini dapat memberi Anda petunjuk untuk mengubah tumpukan kompos Anda dari 'ah' menjadi  'wah'!

Pertama, jangan lupakan bahan dekomposisi yang penting untuk setiap tumpukan kompos: nitrogen, oksigen dan air. Terutama di cuaca panas, tumpukan kompos Anda mungkin memerlukan siraman air untuk memulai proses penguraian. Tapi jangan menggunakan terlalu banyak air karena bisa menghambat proses sehingga membutuhkan waktu proses dua kali lebih lama. Proses pengomposan (jika Anda membolak-baliknya dan menyiramnya secara teratur) akan membutuhkan waktu sekitar 3,5 bulan.

Nitrogen merupakan unsur penting lainnya. Untuk perlakuan yang paling efektif, pilih pupuk emulsi ikan, campur seperti pada petunjuk pemakaian dan semprotkan. Ya, baunya seperti ikan dan dapat menarik perhatian kucing dalam satu atau dua hari, tapi pupuk ini merupakan salah satu yang tertinggi kandungan nitrogennya dibandingkan setiap jenis pupuk yang tersedia di pasaran. Karenanya, pupuk ini harus dicampur dengan hati-hati untuk mencegah menghancurkan kehidupan mikroba tanah yang sangat penting untuk proses pengomposan. Tambahan lain yang luar biasa baik untuk tumpukan kompos Anda, untuk membantu mempercepat dekomposisi, adalah cacing. Manfaatkan cacing untuk keberhasilan proses pengomposan Anda.

Jangan lupa untuk melapisi wadah kompos Anda, gunakan cabang dan ranting kayu di bagian bawah sehingga sampah dapat "bernapas". Tambahkan lapisan bahan yang berbeda di atasnya. Kedalaman wadah Anda harus sekitar tiga kaki (atau satu meter), begitu pula dengan lebar atau panjangnya. Ini adalah kedalaman optimal untuk membalik tumukan dan agar bahan penting seperti air dan emulsi ikan dapat terserap dengan baik.

Beberapa komposter merekomendasikan untuk menggunakan abu kayu dari perapian atau kompor kayu menjadi sampah kompos. Abu mengandung kalsium, magnesium, kapur dan potasium, unsur terakhir merupakan salah satu dari tiga unsur penting pupuk. Kapur bisa "mempermanis" kompos, sehingga cocok untuk tanaman yang lebih menyukai pH tanah yang lebih netral. Kapur juga dapat menetralkan bau kompos sampah, tetapi Anda harus menggunakannya dengan tepat. Terlalu banyak akan menghancurkan kehidupan mikroba tanah. Dan jangan pernah menggunakan abu batubara.

Apa yang harus dilakukan dengan kantong kertas dari toko kelontong? Robek mereka dan tambahkan ke wadah kompos Anda. Kantong kertas coklat merupakan bahan yang kaya karbon, ideal untuk dekomposisi. Begitu juga dengan kertas, serpihan kayu dan serbuk gergaji. Dan jangan lupa kulit telur, bubuk kopi dan kantong teh, yang semuanya menambah jumlah kalsium, nitrogen dan mikronutrien yang bermanfaat untuk kompos. Tapi jangan menggunakan kertas berwarna, koran dicetak-warna atau kantong coklat dicetak (print label) tebal.

Kompos menghasilkan panas saat bahan-bahan terurai. Percepat proses pemecahan dengan menempatkan kompos sampah Anda di tempat yang cerah. Sangat bagus jika dikonstruksi dan ditutup dengan kisi dekoratif, jangan sampai wadah kompos Anda merusak pemandangan. Dan dengan memberikan sinar matahari ekstra berarti mikroba tidak perlu bekerja terlalu keras.

Anda dapat pula menggunakan aktivator kompos atau inokulan mikroba (biasa ditemukan di pembibitan atau rumah kaca), bahan ini mengandung mikroba yang sebenarnya dapat ditemukan dalam kompos yang berproses secara aktif dan sehat.

Akhirnya, gunakan kompos Anda! Sebarkan di sekitar tanaman tomat, taburi di sekitar tanaman bunga Anda.
Ini adalah aturan tak tertulis: Bila Anda serius dalam bertaman, dan ingin berkontribusi terhadap lingkungan di halaman Anda, gunakan kompos! Pupuk organik.



IndoEnergi Home