Mengatasi Masalah pada Kompos Anda

Pengomposan adalah cara yang bagus untuk mengubah semua sisa makanan dan tumpukan daun menjadi pupuk yang aman dan kaya nutrisi. Proses ini terdengar sederhana: buang semua sampah dari dapur dan sampah di halaman ke tempat sampah dan biarkan alam melakukan pekerjaannya untuk Anda. Tapi, kadang-kadang, bahkan tumpukan kompos yang baik dapat menimbulkan masalah. Untungnya, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat diambil bila terjadi masalah pada kompos Anda.

Masalah # 1: Proses Pengomposan Terlalu Lama 
Kompos perlu mencapai suhu sekitar 65 C° agar mikroorganisme bekerja untuk mendekomposisi tumpukan sampah Anda. Bila bahan dalam tumpukan kompos Anda menjalani proses penguraian pada suhu “dingin”, proses ini akan memakan waktu lebih lama untuk menghasilkan kompos. Jadi jika Anda menemukan proses pengomposan lebih lama dari yang Anda inginkan, cara tercepat adalah dengan memberikan panas tambahan. Mulailah dengan memastikan tumpukan sampah Anda cukup banyak - sampah atau tumpukan sampah harus mencapai sekitar satu yard kubik (3ft x 3 ft) untuk memastikan ada cukup banyak material yang memerangkap panas yang dilepaskan selama proses dekomposisi.

Jika Anda memiliki tumpukan yang lebih kecil, cobalah memanaskan sampah kompos dengan panas matahari untuk menjaga suhu tetap tinggi. Kompos Anda juga akan menjadi "dingin" jika tidak terdapat cukup bahan hijau yang kaya nitrogen, sehingga menambah sampah seperti kulit sayuran atau rumput dapat membantu proses dekomposisi. Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah ukuran material yang Anda letakkan di tempat atau tumpukan sampah: material yang terlalu besar akan memperlambat proses pengomposan. Cobalah untuk memotong atau menggiling bahan-bahan untuk mempercepat pengomposan.

Masalah # 2: Kompos Anda Berbau Tidak Enak
Meskipun normal bila kompos Anda memiliki bau, bau yang terlalu kuat dapat berarti terdapat sesuatu di dalam tempat sampah Anda. Jika kompos Anda memiliki bau amonia yang kuat (seperti kotoran kucing), biasanya hal ini berarti konsentrasi bahan hijau di tempat sampah Anda terlalu tinggi. Cobalah untuk mencampur bahan coklat yang kaya akan karbon seperti kertas, serbuk gergaji, atau bubuk kopi sampai Anda menemukan keseimbangan nutrisi yang tepat. Jika kompos Anda memiliki bau terlalu tengik (seperti telur busuk), mungkin ini berarti tumpukan terlalu basah. Anda harus memeras tumpukan sampah - jika terdapat terlalu banyak air-, tambahkan bahan cokelat seperti karton atau serbuk gergaji untuk menyerap kelebihan kelembaban. Bau tengik juga dapat disebabkan oleh ventilasi yang buruk, jadi pastikan untuk menganginkan atau membalik tumpukan kompos Anda sehingga memiliki akses ke oksigen yang dibutuhkan.

Masalah # 3: Kompos Anda Menarik Hama
Kita mungkin menganggap sampah tidak menyenangkan, tapi banyak makhluk lain yang tertarik pada bau makanan yang membusuk. Anda mungkin akan menemukan musang, anjing, kucing, atau binatang lain mengobrak-abrik sampah kompos Anda. Cara termudah untuk menanganinya adalah dengan menggunakan wadah dengan tutup yang aman. Jika sampah kompos Anda masih menarik hama atau Anda ingin tumpukan tetap terbuka, hindari menambahkan produk daging, termasuk tulang dan sisa produk susu, dan tutupi sampah makanan Anda dengan lapisan tanah atau sampah coklat untuk menutupi bau.

Tumpukan kompos akan menjadi rumah alami bagi makhluk lain, makhluk kecil seperti cacing, kumbang, dan siput, sehingga Anda tidak harus peduli mrngenai hal ini.

Ingat, pengomposan adalah proses alam, kadang-kadang terjadi hal tak terduga, jadi jangan berkecil hati jika proses pengomposan tidak berjalan seperti yang direncanakan. Sedikit eksperimen dapat memberikan Anda tambahan ilmu mengenai keseimbangan nutrisi, aerasi, dan kelembaban kompos Anda.



IndoEnergi Home