Tips Menyesuaikan Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja

Mengekspresikan diri melalui bahasa tubuh dengan benar akan memberikan keuntungan besar saat wawancara kerja. Semua orang berkomunikasi dengan bahasa tubuh, namun, kebanyakan dari kita melakukannya pada tingkat bawah sadar. Apakah Anda suka atau tidak, bahasa tubuh bawah sadar ini akan mempengaruhi cara seorang pewawancara berpikir atau merasa tentang Anda.

Jika Anda mengirim sinyal yang tepat, Anda akan disukai dan dipercaya. Sedangkan mengirimkan sinyal-sinyal yang salah akan membahayakan peluang Anda untuk memperolah pekerjaan yang diharapkan. Kunci bahasa tubuh yang positif dalam sebuah wawancara adalah kesadaran diri. Sadarilah sinyal yang Anda kirimkan dan belajar bagaimana menggunakan tubuh Anda untuk memperoleh keuntungan bagi Anda.

Lakukan:

Menilai Diri
Sebelum wawancara, nilai bahasa tubuh Anda sendiri. Mintalah seorang teman untuk membantu Anda mengidentifikasi kebiasaan yang tidak biasa atau perilaku mengganggu seperti memutar-mutar rambut, menggaruk kepala atau mengerutkan kening berlebihan. Bahasa tubuh tersebut dapat mengkhianati Anda dalam sebuah wawancara, menyebabkan Anda terlihat gugup atau tidak dapat dipercaya. Ide baik untuk berlatih wawancara di depan cermin atau kamera video. Semakin sering Anda berlatih bahasa tubuh yang baik, semakin alami dan santai Anda saat wawancara.

Jaga Postur Anda
Bertujuan untuk terlihat percaya diri, merasa tertarik dan konsentrasi dengan duduk tegak dan bersandar sedikit ke depan. Jaga tangan Anda tetap santai di pangkuan Anda, gunakan mereka untuk gerakan yang tepat saat Anda berbicara.

Membuat Kontak Mata
Tunjukkan Anda siap dan tertarik dengan menjaga kontak mata yang baik dengan pewawancara. Jika Anda berpaling atau tidak melihat seseorang di matanya, Anda mungkin dianggap malu atau, lebih buruk lagi, bodoh dan tidak menunjukkan ketertarikan. Selalu pandangi orang yang berbicara kepada Anda. Tidak apa-apa untuk secara alami melirik kearah lain, tetapi pastikan untuk memberi perhatian pada setiap pertanyaan dengan kontak mata.

Senyum
Senyum bekerja dengan baik untuk memecahkan kebekuan, membantu Anda rileks dan membangun hubungan dengan pewawancara Anda. Berikan senyum pada salam pertama Anda dan ketika mengatakan 'terima kasih' pada akhir wawancara.

Mirroring Pewawancara Anda
Mirroring adalah teknik terkenal untuk membangun hubungan, yang melibatkan pencocokan bahasa tubuh Anda dengan bahasa tubuh pewawancara. Tanpa terlihat jelas, Anda diam-diam dapat menyesuaikan postur tubuh Anda, nada suara dan ekspresi wajah untuk mencocokkan dengan pewawancara. Hal ini membantu membangun hubungan dengan membuat orang lain merasa lebih nyaman di sekitar Anda. Tujuan Anda adalah untuk membangun landasan bersama dan menumbuhkan rasa saling menghormati.

Jangan Lakukan:

Jangan Lipat Lengan atau Kaki Anda
Melipat lengan atau menyilangkan kaki mungkin membuat Anda tampak defensif dan arogan. Jika Anda terbiasa menyilangkan kaki, cobalah menjaga lutut berdekatan dan menyilangkan kaki Anda di pergelangan kaki. Jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan tangan Anda, biarkan mereka santai di pangkuan Anda.

Jangan Membungkuk
Membungkuk tidak hanya terlihat buruk, hal ini juga membuat sulit untuk bernapas. Hindari penampilan lemah, suara terengah-engah dengan duduk tegang. Jaga punggung Anda tetap lurus dan bahu dalam posisi nyaman. Hal ini memungkinkan Anda untuk bernapas dalam-dalam, sehingga nada suara lebih kuat, dan lebih percaya diri.

Jangan Gelisah
Jika Anda seorang yang secara alami mudah gelisah, lakukan upaya ekstra untuk mengendalikan kebiasaan Anda. Bergoyang, menggaruk, mengetuk, meremas jari, mengayunkan lengan dan kaki akan membuat Anda tampak gugup dan mengganggu orang lain di ruangan tersebut.

Jangan Mengabaikan Hal-hal Kecil
Bahkan gerak tubuh terkecil dihitung dalam komunikasi Anda secara keseluruhan. Hal-hal kecil seperti kedipan mata, hidung mendengus, menggigit bibir dan mengangkat bahu bisa membuat Anda kecewa. Atasi kebiasaan buruk ini dengan terlebih dahulu menyadari kebiasaan Anda, kemudian, kendalikan bahasa tubuh Anda ketika Anda dalam situasi wawancara.

Jangan Terfokus Pada Diri Secara Berlebihan
Meskipun bahasa tubuh penting, jangan terlalu fokus pada perilaku Anda sendiri. Jangan terlalu khawatir  Anda tidak dapat berkonsentrasi pada saat wawancara. Anda akan semakin percaya diri bila tidak terlalu mementingkan diri sendiri!



IndoEnergi Home