Top 5 Pertanyaan yang Harus Anda Tanyakan Saat Wawancara Kerja

Saat wawancara kerja, pada titik tertentu Anda akan ditanya apakah Anda memiliki pertanyaan. Ini adalah kesempatan Anda untuk mengarahkan wawancara. Saatnya menyelidiki apakah posisi ini memenuhi kebutuhan Anda. Karena, pekerjaan merupakan hal penting dalam hidup Anda, sehingga organisasi dimana Anda bergabung harus memenuhi persyaratan dasar Anda.

Kami sarankan mulai dengan 5 pertanyaan yang harus Anda tanyakan dalam sebuah wawancara, sebagaimana diuraikan di bawah ini.

# 1 - Apakah tanggung jawab dan tugas di posisi ini?
Tujuan utama dari pertanyaan ini adalah untuk mencari tahu apa yang Anda akan lakukan setiap hari. Dalam beberapa wawancara, Anda bahkan mungkin memiliki kesempatan untuk melihat bakal meja tugas Anda. Tergantung pada kompleksitas peran, Anda mungkin perlu memperluas pertanyaan. Pertanyaan eksplorasi meliputi:
• Apa item-tindakan yang membutuhkan perhatian segera dari orang yang menerima pekerjaan ini?
• Apakah ada masa serah terima atau pelatihan pada awal kerja?
• Siapa yang akan saya kelola, tempat melapor dan / atau dengan siapa saya bekerja setiap hari?
• Dapatkah Anda menjelaskan kegiatan sehari-hari bagi seseorang dalam posisi ini di minggu pertama?
• Dapatkah Anda menjelaskan kegiatan sehari-hari bagi seseorang dalam posisi ini setelah 2 bulan pertama?
• Apa tantangan terbesar dari posisi ini?
• Ceritakan tentang lingkungan kantor dan jam kerja untuk posisi ini?

Anda juga harus mencoba untuk mengukur tekanan-waktu dalam pekerjaan tersebut. Misalnya, jika tugas pertama Anda adalah untuk mengkompilasi laporan triwulanan Perusahaan, tanyakan apakah Anda akan diminta untuk melakukan tugas dalam seminggu atau sebulan. Juga tanyakan tentang sumber daya yang tersedia untuk menyelesaikan tugas. Apakah Anda memiliki wewenang untuk menggunakan / meminta sumber daya yang Anda butuhkan, atau Anda memerlukan persetujuan dari manajer yang lebih senior?
Semua sub-pertanyaan ini memberi gambaran yang baik pada Anda tentang kehidupan kerja sehari-hari yang akan Anda jalani dan seberapa baik Anda akan dapat memenuhi peran tersebut.

# 2 - Bagaimana pengukuran kinerja untuk seseorang dalam posisi ini?
Setiap organisasi mengevaluasi orang secara berbeda. Anda perlu tahu bagaimana Anda akan diukur dan dihargai secara berkelanjutan.

Pewawancara Anda mungkin memberikan jawaban seperti "Perusahaan XYZ mereview seluruh karyawan secara triwulanan. Dalam kasus Anda, Anda akan dinilai berdasarkan kepuasan pelanggan. Sebagai bagian dari paket gaji Anda, Anda mungkin menerima bonus 2% berdasarkan hasil penilaian kinerja kuartalan Anda. "

Jika Anda tidak mendapatkan jawaban yang lengkap, ajukan beberapa pertanyaan dalam upaya untuk memahami:
• Apakah kinerja Anda akan diukur secara keseluruhan?
• Bagaimana perusahaan mengukur kinerja? Apakah ada prosedur standar di seluruh perusahaan?
• Siapa yang mengukur kinerja Anda?
• Apakah Anda bertanggung jawab untuk hasil Anda, atau Anda akan dinilai berdasarkan hasil berbasis tim?
• Seberapa sering perusahaan melakukan tinjauan kinerja individu karyawan?
• Apa hasil dari penilaian kinerja? Apakah ada sistem penghargaan untuk kinerja yang sangat baik? Apakah perusahaan memberikan pelatihan untuk membantu kinerja yang buruk?

Jika Anda termotivasi untuk menaiki tangga karir, tanyakan tentang peluang promosi. Sebagai contoh: "Dengan asumsi kinerja luar biasa selama 12-24 bulan ke depan, apakah ada kesempatan untuk promosi atau pertumbuhan dalam posisi pekerjaan ini?"  Ini menunjukkan Anda berpikir jangka panjang dan tertarik untuk memperoleh kesuksesan dalam organisasi.

# 3 - Mengapa posisi ini kosong?
Pertanyaan ini memberi Anda wawasan ke posisi ini di masa depan. Jika ini adalah posisi yang baru dibuat, atau orang yang sebelumnya dipromosikan, itu adalah tanda positif bagi Anda. Ini menunjukkan Anda memiliki kesempatan untuk promosi dan bertumbuh.

Dalam keadaan kurang positif, Anda perlu bertanya lebih banyak untuk mengungkap bagaimana ke-'aman'-an posisi tersebut untuk Anda sebagai karyawan yang potensial:
• Jika orang sebelumnya dipecat: Ketahui isu-isu mendasar yang mungkin menyebabkan orang berkinerja buruk, seperti target penjualan yang tidak mungkin, kurangnya sumber daya atau manajer yang menyulitkan.
• Jika orang sebelumnya mengundurkan diri: Cobalah untuk mencari tahu berapa banyak orang telah menduduki posisi ini dalam 12-24 bulan terakhir. Jika posisi memiliki sejarah turn-over tinggi, ini mungkin menunjukkan kondisi kerja yang tidak menyenangkan.

# 4 – Seperti Apa Bekerja di Perusahaan XYZ itu?
Pertanyaan ini menunjukkan Anda mengenali pentingnya budaya perusahaan untuk keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Anda ingin mendengar Perusahaan XYZ adalah tempat yang bagus untuk bekerja. Anda juga ingin mengetahui apakah perusahaan ini cocok untuk gaya kerja pribadi Anda. Sebagai contoh:
• Seperti apa gaya manajemen bisnis?
• Seberapa formal atau informal budaya perusahaan?
• Apakah ada dress code?
• Seberapa ketat protokol pelaporan?
Untuk memastikan kebahagiaan Anda dalam pekerjaan tersebut, pertimbangkan preferensi pribadi Anda dan bagaimana perasaan Anda tentang budaya perusahaan. Jika Anda adalah tipe orang yang lebih suka bekerja sendiri, Anda mungkin merasa terdesak oleh budaya perusahaan yang menghargai pelaporan mingguan dan meeting kemajuan yang ketat.

# 5 - Bagaimana Anda Merasa Kesesuaian Diri Saya untuk Posisi ini?
Meskipun tampaknya canggung untuk bertanya seperti ini, ini adalah pertanyaan yang memberdayakan. Anda tidak hanya akan menemukan apakah Anda memiliki kesempatan, Anda juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengurangi keraguan atau kekhawatiran yang mungkin akan diekspresikan oleh pewawancara.

Bayangkan bila ada kesalahpahaman sederhana yang bisa menyebabkan pewawancara meragukan kesesuaian Anda untuk pekerjaan itu. Anda tidak akan pernah tahu jika Anda tidak bertanya. Jika Anda cukup berani untuk bertanya selama wawancara, Anda akan memiliki kesempatan untuk menjernihkan kesalahpahaman dan meyakinkan pewawancara kesesuaian Anda untuk pekerjaan itu.

Jangan Katakan 'Tidak'
Sangat mudah untuk melihat mengapa ini merupakan 5 pertanyaan yang paling penting untuk ditanyakan dalam sebuah wawancara. Bila Anda diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, jangan pernah mengatakan "tidak" atau "saya tidak memiliki pertanyaan". Hal ini akan membuat Anda terlihat tidak siap dan tidak tertarik. Sebaliknya, mulailah dengan 5 pertanyaan yang diuraikan di atas dan kemudian eksplorasi lebih jauh. Manfaatkan waktu wawancara Anda dan benar-benar periksa apakah Anda benar-benar atau tidak menginginkan pekerjaan tersebut.


IndoEnergi Home